Begini Ancaman Trump terhadap Iran jika Blokir Selat Hormuz
Selasa, 10 Maret 2026 | 07:52 WIB
Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran akan menghadapi tindakan militer yang jauh lebih keras jika mencoba menghentikan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.
Peringatan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Trump menegaskan, AS tidak akan ragu mengambil langkah agresif jika Iran mengganggu arus pengiriman minyak di selat tersebut.
“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat 20 kali lebih keras daripada yang telah mereka alami sejauh ini,” tulis Trump.
Ia juga menyampaikan ancaman keras terkait kemungkinan serangan terhadap berbagai target di Iran jika eskalasi konflik terus meningkat.
“Selain itu, kami akan menghancurkan target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran hampir tidak mungkin untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara. Kematian, api, dan amarah akan menimpa mereka, tetapi saya berharap dan berdoa agar hal itu tidak terjadi!” ujarnya.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak global, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Diperkirakan sekitar sepertiga pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut melewati selat sempit tersebut setiap harinya.
Gangguan terhadap jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga energi global serta mengganggu pasokan minyak ke berbagai negara yang bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.
Trump juga menyebut bahwa ancaman yang ia sampaikan justru dapat menjadi “hadiah” bagi negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut, termasuk China.
Negara itu diketahui menjadi salah satu importir minyak terbesar dari Timur Tengah, sehingga stabilitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sangat penting bagi kebutuhan energi Beijing.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




