ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Konflik Timur Tengah Memanas, Arab Saudi Kirim Pesan Keras ke Iran

Minggu, 8 Maret 2026 | 12:39 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Citra satelit menunjukkan kerusakan setelah serangan drone di kilang minyak Ras Tanura, Arab Saudi.
Citra satelit menunjukkan kerusakan setelah serangan drone di kilang minyak Ras Tanura, Arab Saudi. (AP)

Riyadh, Beritasatu.com - Arab Saudi memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan serangan terhadap wilayah kerajaan maupun sektor energi negara itu saat konflik bersenjata memanas di Timur Tengah.

Melansir The Telegraph, Minggu (8/3/2026), sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan diplomatik tersebut mengatakan Riyadh telah menyampaikan pesan tegas kepada Teheran bahwa serangan berkelanjutan dapat memicu langkah balasan dari Arab Saudi.

Namun, kerajaan tetap menegaskan dukungann terhadap penyelesaian konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) melalui jalur diplomasi.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan Iran sebelumnya yang dilaporkan mengenai sejumlah target sipil.

Permintaan maaf tersebut dinilai sebagai upaya Teheran untuk meredakan ketegangan regional yang meningkat akibat konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.

Dua hari sebelum pidato tersebut, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan juga telah berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi untuk menyampaikan posisi Riyadh.

Pada percakapan itu, Arab Saudi menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya mediasi yang bertujuan meredakan ketegangan serta mencapai penyelesaian konflik melalui negosiasi.

Sumber diplomatik menyebutkan bahwa Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya juga menegaskan tidak mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan wilayah udara maupun wilayah mereka untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Namun, Riyadh juga memberikan peringatan bahwa jika serangan Iran terhadap wilayah Saudi atau fasilitas energi strategis terus terjadi, kerajaan dapat mengambil langkah berbeda.

Pada situasi tersebut, Arab Saudi disebut dapat mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk operasi militer, sekaligus membuka kemungkinan pembalasan terhadap serangan yang menargetkan sektor energi penting kerajaan.

Sumber-sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Arab Saudi tetap menjaga komunikasi dengan Iran melalui jalur diplomatik, termasuk melalui duta besar kedua negara.

Ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk ini memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya konflik regional yang dapat berdampak besar terhadap stabilitas keamanan dan pasokan energi global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Harga Minyak Turun ke Level Terendah sejak Pecahnya Perang AS-Iran

Harga Minyak Turun ke Level Terendah sejak Pecahnya Perang AS-Iran

EKONOMI
Perang AS-Iran Jadi Alarm Keras Ketahanan Energi Asia Tenggara

Perang AS-Iran Jadi Alarm Keras Ketahanan Energi Asia Tenggara

INTERNASIONAL
Perusahaan Pelayaran Sambut Damai AS-Iran tetapi Tetap Waspadai Hormuz

Perusahaan Pelayaran Sambut Damai AS-Iran tetapi Tetap Waspadai Hormuz

EKONOMI
Kesepakatan Damai AS-Iran Makin Dekat

Kesepakatan Damai AS-Iran Makin Dekat

INTERNASIONAL
AS dan Iran Saling Serang, Konflik Timur Tengah Memanas

AS dan Iran Saling Serang, Konflik Timur Tengah Memanas

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon