ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Delegasi Israel Sibuk Main HP Saat RI Kecam Gugurnya 3 TNI di Lebanon

Jumat, 3 April 2026 | 14:34 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Wakil Tetap Israel untuk PBB Danny Danon.
Wakil Tetap Israel untuk PBB Danny Danon. (AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Delegasi Israel mendapat sorotan tajam saat sibuk main HP atau handphone saat sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Pada video yang beredar, Wakil Tetap Israel untuk PBB Danny Danon asyik memainkan handphone saat sidang yang membahas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lebanon.

Momen itu terjadi saat Duta Besar RI untuk PBB Umar Hadi menyampaikan protes keras dan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL akibat serangan militer Israel, Israel Defense Forces (IDF).

Umar Hadi mengecam keras serangan berulang yang dilakukan militer Israel terhadap Lebanon yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, Indonesia berdiri dalam solidaritas penuh bersama pemerintah dan rakyat Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah selatan negara itu.

“Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel ke Lebanon yang merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Indonesia terus berdiri dalam solidaritas bersama pemerintah dan rakyat Lebanon,” ujar Umar Hadi dikutip dari video United Nation, Jumat (3/4/2026).

Ia menyoroti meningkatnya permusuhan di Lebanon selatan, termasuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Ini bukan serangan biasa, tetapi serangan bersenjata yang disengaja untuk melemahkan UNIFIL dan menghalangi kemampuannya dalam menjalankan mandat Resolusi 1701,” tegasnya.

Lebih lanjut, Umar Hadi menilai serangan tersebut tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga mengancam perdamaian global.

“Serangan-serangan ini merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dunia dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” lanjutnya.

Indonesia pun mendesak dilakukannya investigasi secara menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut.

“Kami menuntut segera dilakukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Umar.

Selain itu, Indonesia meminta PBB untuk tidak menerima alasan yang disampaikan Israel terkait serangan tersebut.

“Kami juga menegaskan kepada PBB bahwa tidak ada pembenaran atas tindakan Israel tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan pada Minggu-Senin, (29-30/3/2026).

Menanggapi kejadian ini, IDF menyatakan sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab insiden.

"Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF," tulis militer Israel dikutip dari The Times of Israel, Selasa (31/3/2026).

IDF juga menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan area pertempuran aktif yang melibatkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

"Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif, di mana mereka beroperasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran," lanjut pernyataan tersebut.

Militer Israel pun mengingatkan agar tidak langsung menarik kesimpulan terkait pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Oleh karena itu, tidak boleh diasumsikan bahwa insiden di mana tentara UNIFIL terluka disebabkan oleh IDF," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kalah Debat Soal Kemerdekaan Palestina, Delegasi Israel Walk Out dari Sidang

Kalah Debat Soal Kemerdekaan Palestina, Delegasi Israel Walk Out dari Sidang

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT