Lewat 1 Panggilan Telepon, PM Malaysia Bebaskan Kapal di Selat Hormuz
Senin, 6 April 2026 | 07:37 WIB
Johor Bahru, Beritasatu.com – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menceritakan pengalamannya berkomunikasi dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, hingga kapal tanker Malaysia dipersilakan melewati Selat Hormuz. Cerita ini disampaikan Anwar saat memberikan sambutan kepada masyarakat Malaysia di Johor Bahru, Minggu (5/4/2026).
“Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu,” kata Anwar dalam sambutannya.
Ia menambahkan, dulu ada pihak yang menentangnya karena dianggap terlalu dekat dengan Iran. Pihak itu beralasan Malaysia harus menjaga hubungan dengan Amerika Serikat.
“(Dia bilang) 'Amerika akan menekan kita. Amerika akan menggunakan kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tetapi kamu malah baik dengan Iran'," ujar Anwar.
Namun, menurut Anwar, hubungan baik dengan setiap negara justru membawa manfaat bagi Malaysia. Saat melakukan panggilan telepon dengan Presiden Iran, Anwar menyinggung soal kapal tanker Malaysia yang tertahan di Selat Hormuz, dan langsung mendapat respons positif.
“Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh (kapal) tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, 'ya, oke'. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, 'oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan’,” ucap Anwar, seperti dilansir dari Antara.
Usai diplomasi tersebut berhasil, Anwar mengaku tetap mendapat kritik dari pihak oposisi terkait harga bahan bakar minyak yang masih tinggi.
“Ya memang, biaya kapal bulan lalu dengan sekarang memang lebih mahal. Asuransi kapal juga meningkat. Tetapi setidaknya ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan minyak (BBM), tidak ada minyak. Kalau saya ikuti emosi saya, saya mau yang banyak bicara itu jangan diberi minyak,” ucapnya.
Anwar menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja pemerintah dan prinsip negara, bukan semata-mata dirinya. Ia juga menekankan bahwa tidak banyak pemimpin negara yang bisa langsung mendapat jaminan keamanan kapal dari Presiden Iran.
“Dia (Presiden Iran) panggil brother Anwar, saudara Anwar, saya beri jaminan, saya akan perintahkan sekarang juga agar kapal-kapal Petronas dan lainnya dari Malaysia dilepaskan supaya minyak bisa sampai ke Malaysia,'” ucap Anwar.
“Saya mau tanya, berapa negara bisa melakukan hal seperti itu? Ini bukan karena saya, tetapi karena pendirian kabinet. Karena prinsip negara kita. Jadi kita harus teruskan hal seperti ini,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




