ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Tembak Tanker di Selat Hormuz dengan Kapal Serang Cepat

Minggu, 19 April 2026 | 08:54 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Kapal serang cepat Iran.
Kapal serang cepat Iran. (Fars)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran dilaporkan menembaki kapal tanker komersial menggunakan kapal serang cepat. Insiden ini menandai eskalasi serius dalam konflik maritim yang berpotensi mengganggu distribusi energi global.

Mengutip Reuters, Minggu (19/4/2026), aksi tersebut dilakukan oleh unit laut Iran yang menggunakan taktik kapal cepat untuk mendekati target dan melakukan penembakan tanpa peringatan. Pendekatan ini menunjukkan perubahan strategi menjadi lebih agresif dalam mengontrol jalur pelayaran strategis.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan geopolitik, di mana Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militernya di kawasan. Iran menilai langkah tersebut sebagai bentuk blokade, sehingga memperketat kontrol terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), insiden terjadi tanpa prosedur komunikasi standar, yang biasanya dilakukan sebelum interaksi dengan kapal sipil. Hal ini menunjukkan perubahan pendekatan yang lebih koersif di wilayah yang sudah padat aktivitas militer.

Secara geografis, Selat Hormuz memiliki lebar sekitar 33 kilometer di titik tersempitnya, dengan jalur pelayaran yang terbatas. Kondisi ini membuat kapal tanker besar dengan manuver terbatas menjadi rentan, terutama saat berhadapan dengan kapal cepat yang dapat melaju lebih dari 40 knot.

Kapal-kapal cepat Iran, yang umumnya dilengkapi senjata berat dan sistem rudal jarak pendek, dirancang untuk operasi asimetris di perairan sempit. Dalam formasi kelompok, kapal-kapal ini mampu mengepung target dan mengganggu navigasi secara efektif.

Pada sisi lain, Amerika Serikat mengandalkan kekuatan laut berteknologi tinggi melalui Armada Kelima yang berbasis di Bahrain, termasuk kapal perusak dengan sistem tempur Aegis dan pesawat patroli maritim P-8A Poseidon untuk memantau aktivitas di kawasan.

Meski memiliki keunggulan teknologi, ruang gerak pasukan AS tetap terbatas oleh padatnya lalu lintas sipil dan kedekatan wilayah perairan Iran. Kondisi ini menciptakan risiko tinggi terhadap kesalahan perhitungan yang dapat memicu konflik lebih luas.

Insiden ini juga berpotensi meningkatkan premi asuransi pelayaran, memperlambat arus distribusi energi, serta mendorong pengalihan rute kapal tanker. Dampaknya dapat langsung terasa pada stabilitas harga minyak dunia.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi semakin krusial, mengingat jalur ini merupakan salah satu chokepoint energi terpenting di dunia. Setiap gangguan kecil dapat memberikan dampak besar terhadap pasokan energi global dan stabilitas ekonomi internasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

EKONOMI
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon