AS Imbau Warganya Segera Tinggalkan Iran
Kamis, 23 April 2026 | 06:18 WIB
Washington, Beritasatu.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengimbau warganya yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan wilayah tersebut, menyusul dibukanya kembali sebagian ruang udara Iran.
Dalam pernyataan yang disampaikan Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran pada Rabu (22/4/2026), warga diminta memanfaatkan peluang penerbangan yang tersedia serta terus memantau perkembangan situasi melalui media lokal dan maskapai penerbangan.
Baca Juga: Damai Gagal, Iran Pamer Rudal Qadr yang Siap Gempur Tentara Amerika
Selain jalur udara, warga AS juga disarankan menggunakan jalur darat melalui Armenia, Azerbaijan, Turki, dan Turkmenistan.
Namun, pemerintah AS mengingatkan agar tidak meninggalkan Iran melalui Afghanistan, Irak, maupun Pakistan karena alasan keamanan.
Bagi warga yang belum dapat keluar, pemerintah mengimbau untuk tetap berada di tempat aman seperti rumah atau hotel, serta menghindari area terbuka dan menjauh dari jendela hingga situasi dinyatakan kondusif.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu aksi balasan dan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, pada 7 April 2026, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Meski belum ada pernyataan resmi terkait dimulainya kembali konflik terbuka, AS dilaporkan mulai memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran, sementara upaya diplomasi masih terus berlangsung untuk membuka kembali jalur negosiasi.
Presiden AS, Donald Trump, pada Selasa (21/4/2026) menyatakan pemerintahnya akan memperpanjang masa gencatan senjata guna memberi kesempatan bagi Teheran menyampaikan proposal baru.
Ia juga mengeklaim peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat, yakni sekitar 36 hingga 72 jam ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




