ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Darurat Covid-19 di India, Bajaj pun Diubah Jadi Ambulans

Sabtu, 8 Mei 2021 | 14:36 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Mohammad Javed Khan bersama bajaj otomatis yang diubahnya menjadi ambulans dengan penempatan tabung oksigen beserta aksesori untuk melayani pasien Covid-19 secara gratis di Bhopal, India.
Mohammad Javed Khan bersama bajaj otomatis yang diubahnya menjadi ambulans dengan penempatan tabung oksigen beserta aksesori untuk melayani pasien Covid-19 secara gratis di Bhopal, India. (AFP/Gagan Nayar)

New Delhi, Beritasatu.com- Krisis Covid-19 telah menyebabkan banyak masalah di New Delhi, India. Tak hanya rumah sakit dan klinik yang kewalahan menangani pasien, ambulans pun seolah tak ada waktu untuk berhenti menjemput pasien. Meskipun bukan transportasi yang lazim orang sakit, bajaj pun bisa menggantikan fungsi ambulans.

Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (7/5/2021), pihak berwenang telah mengubah beberapa kendaraan roda tiga di mana-mana menjadi ambulans darurat untuk mengangkut pasien Covid-19.

Ambulans yang sebenarnya sulit didapat karena lonjakan yang menghancurkan dalam kasus-kasus yang membanjiri sistem perawatan kesehatan. Keluarga harus membuat pengaturan sendiri termasuk membayar jumlah selangit kepada operator ambulans swasta untuk membawa orang sakit ke rumah sakit.

Pemerintah Delhi, bekerja sama dengan organisasi nirlaba, telah membuat lebih dari selusin bajaj dengan pembersih tangan dan masker wajah. Sementara tabung oksigen disediakan berdasarkan kebutuhan. Layanan yang dimulai secara resmi pada hari Selasa ini diberikan gratis.

ADVERTISEMENT

Ide muncul dari pengemudi bajaj bernama Mohammad Javed Khan. Dia melihat orang-orang terpaksa menggotong orang tuanya yang terkena virus corona ke rumah sakit dengan punggung terlentang. Mereka terlalu miskin untuk membayar ambulans, sedangkan Khan terlalu miskin untuk membantu.

"Seorang pasien yang sakit kritis tidak bisa dibawa ke rumah sakit tanpa bantuan oksigen. Jadi, saya berpikir, mengapa tidak mengubah kendaraan roda tiga saya menjadi ambulans. Bajaj ini tidak selega ambulans, tapi pasti bisa menyelamatkan nyawa," kata Khan kepada kantor berita AFP.

Khan, seorang pengemudi berusia 34 tahun di kota Bhopal di India tengah, menjual perhiasan istrinya. Dia lantas mengubah kendaraan roda tiga menjadi ambulans kecil, memasangnya dengan tabung oksigen, satu oksimeter untuk mengukur kadar oksigen dalam darah, dan perlengkapan medis lainnya.

"Saya melihat anak muda berjuang tanpa oksigen. Bahkan ketika mereka memanggil ambulans, ambulans mengenakan biaya 5.000-10.000 rupee (US$ 70-140). Bagaimana orang miskin mampu membayarnya? Terutama selama pandemi ini ketika kebanyakan orang tidak memiliki penghasilan?," keluhnya

Seorang donor memberi Khan satu tabung silinder oksigen dan satu lagi dengan oksimeter. Seorang dokter juga mengajari Khan cara menggunakan silinder dan oksimeter untuk memasok gas penyelamat dengan aman kepada pasien saat dia mengantarkan pasien ke rumah sakit.

"Banyak orang datang untuk membantu saya dengan sumbangan dan meminta saya untuk terus berkeliling sampai pandemi selesai. Berkat bantuan banyak orang, saya bisa melakukan ini. Saya tidak mungkin melakukan ini sendiri," katanya.

Meskipun demikian, India Today melaporkan Khan sempat mengalami masalah dengan pihak berwenang. Petugas polisi menuduh Khan mengoperasikan becak otomatis tanpa izin darurat selama karantina di negara bagian Madhya Pradesh.

Tetapi setelah protes di media sosial, polisi menarik dakwaan dan mengeluarkan Khan dengan izin khusus.

Pengemudi becak otomatis Raj Kumar mengaku telah membawa pasien ke Rumah Sakit Lok Nayak Jai Prakash Narayan, fasilitas terbesar di Delhi, yang dipenuhi dengan pasien Covid-19.

"Kita semua harus membantu satu sama lain saat ini untuk keluar dari situasi ini. Jika semua orang tetap di rumah karena mereka takut, lalu siapa yang akan membantu mereka yang membutuhkan?," kata Kumar, yang mengenakan setelan alat pelindung diri (APD) serta ada sekat plastik antara dia dan penumpang di belakang.

Mohit Raj, pendiri dan direktur eksekutif yayasan Turn Your Concern Into Action, mengatakan tanggapan sejauh ini menunjukkan bahwa skema tersebut membutuhkan lebih banyak kendaraan.

"Sekarang kami menerima telepon tidak hanya dari pasien Covid tetapi dari pekerja lini depan yang tidak dapat menemukan alat angkut pasien, serta dari orang dengan penyakit lain," katanya.

Raj menambahkan dia telah menerima permintaan dari bagian lain negara itu untuk memulai layanan yang sama di sana.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Smartphone India Naik hingga Rp 1 Jutaan Imbas Biaya Komponen

Harga Smartphone India Naik hingga Rp 1 Jutaan Imbas Biaya Komponen

OTOTEKNO
Wacana Unik India: Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

Wacana Unik India: Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

INTERNASIONAL
Ratusan Orang India Ramai-ramai Jadi Warga Negara Israel, Ada Apa?

Ratusan Orang India Ramai-ramai Jadi Warga Negara Israel, Ada Apa?

INTERNASIONAL
India Meradang setelah Iran Tembak 2 Kapal di Selat Hormuz

India Meradang setelah Iran Tembak 2 Kapal di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Dunkin Donuts Hengkang dari India Setelah 14 Tahun

Dunkin Donuts Hengkang dari India Setelah 14 Tahun

EKONOMI
India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon