Tawuran Brutal di Depok; Remaja Lempar Bom Molotov, Warga Ketakutan
Kamis, 9 Oktober 2025 | 22:11 WIB
Depok, Beritasatu.com - Aksi tawuran brutal antar dua kelompok remaja kembali mengguncang Kota Depok, tepatnya di Jalan Bahagia Raya, Sukmajaya, Kamis (9/10/2025) dini hari. Bentrokan itu berlangsung mencekam karena para pelaku menggunakan senjata tajam dan bom molotov rakitan.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat puluhan remaja berlarian di jalan sambil melempar bom molotov. Percikan api terlihat menyala di beberapa lokasi, disertai suara teriakan dan benturan benda tumpul yang menggema di sepanjang jalan.
Seorang warga, Wahyu, mengatakan jumlah remaja yang terlibat mencapai lebih dari 50 orang. Mereka membawa golok, celurit, dan botol berisi bensin yang digunakan sebagai bom molotov. “Bawa senjata kayak golok, celurit, sama botol pakai bensin. Kayanya bukan warga sini. Biasanya setiap Sabtu, bikin warga resah,” ujar Wahyu, Kamis (9/10/2025).
Aksi tersebut berlangsung cukup lama hingga membuat warga ketakutan. Beberapa orang menutup warung lebih awal dan memilih bersembunyi di rumah karena takut terkena lemparan bom molotov. Api bahkan sempat membakar sebagian jalan sebelum padam dengan sendirinya.
Meski belum ada laporan korban luka maupun jiwa, warga mengaku resah karena tawuran di kawasan tersebut bukan yang pertama kali terjadi. “Warga takut kenapa-kenapa. Biasanya dari arah Jabon jalan gede, pecahnya di sini,” kata seorang warga lain yang enggan disebut namanya.
Warga mendesak kepolisian segera meningkatkan patroli malam dan menangkap para pelaku untuk memberikan efek jera. Mereka berharap aksi serupa tidak kembali terjadi di wilayah Sukmajaya yang dikenal padat penduduk.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




