ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DVI Polda Jabar Ambil DNA Keluarga Pramugari Pesawat ATR yang Jatuh

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:35 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat saat mengambil sampel DNA keluarga pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Bogor, Jawa Barat, Minggu, 18 Januari 2026.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat saat mengambil sampel DNA keluarga pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Bogor, Jawa Barat, Minggu, 18 Januari 2026. (Istimewa)

Bandung, Beritasatu.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mengambil sampel DNA keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban bernama Esther Aprilita S, yang merupakan salah satu pramugari dalam penerbangan tersebut.

“Saat ini tim DVI Polda Jawa Barat berada di kediaman keluarga korban untuk mengambil data ante mortem serta DNA pembanding dari pihak keluarga,” ujarnya saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu (18/1/2026).

ADVERTISEMENT

Hendra menjelaskan, pengambilan sampel DNA dilakukan di rumah keluarga korban Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proses tersebut merupakan bagian penting dari identifikasi korban secara ilmiah guna memastikan hasil yang akurat.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat melayani penerbangan rute Yogyakarta-Makassar, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.

Berdasarkan perkembangan terakhir, tim SAR gabungan telah menemukan serpihan pesawat di sekitar lereng Gunung Bulusaraung. Pesawat tersebut diketahui ditumpangi 10 orang.

Pesawat dengan registrasi PK-THT lepas landas dari Yogyakarta pada pukul 09.08 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros pada pukul 12.22 Wita.

Namun, pada pukul 12.23 WITA, petugas air traffic control (ATC) Makassar Radar menginstruksikan pesawat untuk melakukan intercept ILS runway 21 melalui Openg di ketinggian 5.300 kaki. Pesawat dilaporkan melewati titik yang telah ditentukan, sebelum akhirnya hilang kontak.

Pesawat ATR tersebut terakhir terdeteksi berada di titik koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT, di wilayah udara perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Instruksikan Percepat Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 IAT

Prabowo Instruksikan Percepat Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 IAT

NASIONAL
Identitas dan Jabatan 3 Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Identitas dan Jabatan 3 Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak

SULAWESI SELATAN
Pencarian Pesawat Indonesia Air Transport Terkendala Cuaca dan Medan

Pencarian Pesawat Indonesia Air Transport Terkendala Cuaca dan Medan

SULAWESI SELATAN
Tim SAR Cek Lokasi Temuan Serpihan Diduga Pesawat IAT di Bulusaraung

Tim SAR Cek Lokasi Temuan Serpihan Diduga Pesawat IAT di Bulusaraung

SULAWESI SELATAN
Tim SAR Deteksi Titik Api Diduga Lokasi Jatuhnya Pesawat IAT di Maros

Tim SAR Deteksi Titik Api Diduga Lokasi Jatuhnya Pesawat IAT di Maros

SULAWESI SELATAN
Beredar Kabar Ditemukan Puing, Milik Pesawat Indonesia Air Transport?

Beredar Kabar Ditemukan Puing, Milik Pesawat Indonesia Air Transport?

SULAWESI SELATAN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon