Bulog Indramayu Pastikan Stok Minyak dan Beras Aman Jelang Ramadan
Kamis, 5 Februari 2026 | 13:48 WIB
Indramayu, Beritasatu.com - Perum Bulog Cabang Indramayu memastikan ketersediaan minyak goreng dan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dalam kondisi aman dengan harga tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Pimpinan Cabang Bulog Indramayu, Rendy Saktiko, seusai melakukan monitoring harga dan pasokan bahan pokok di Pasar Baru, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).
Rendy menyebutkan, stok minyak goreng di gudang Bulog masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari total pengadaan minyak goreng pada 2026 yang mencapai 105.000 liter, sekitar 67.000 liter telah disalurkan ke pasaran. Sementara itu, sisa stok yang tersedia saat ini mencapai sekitar 40.000 liter.
“Untuk Ramadan sementara aman. Nanti menjelang Idulfitri juga akan ada pasokan tambahan dari pabrik dan distributor,” ujarnya.
Selain minyak goreng, Rendy menegaskan ketersediaan beras SPHP juga berada dalam kondisi sangat aman. Gudang Bulog masih terisi penuh dan distribusi terus dilakukan sesuai dengan ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah.
“Dari Bulog sendiri tidak ada kenaikan harga. Harga beras SPHP tetap Rp 12.500 per kilogram dan minyak goreng Rp 15.700 per liter. Kita pastikan harga di lapangan sesuai HET,” terangnya.
Untuk memastikan kepatuhan pedagang, lanjut Rendy, Bulog Indramayu melakukan pengawasan bersama Polres Indramayu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag). Pengawasan tersebut difokuskan pada pencegahan praktik penjualan di atas HET.
“Sejauh ini belum ditemukan pelanggaran. Jika ada pedagang yang melanggar, akan diberikan teguran terlebih dahulu, dan apabila masih membandel akan ditindaklanjuti sesuai aturan,” tutur Rendy.
Hal senada disampaikan anggota Satgas Saber Pangan Polres Indramayu, Aipda F Yudha. Ia memastikan pengawasan harga dan stok bahan pokok akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Sampai saat ini di Indramayu belum ada temuan pelanggaran. Monitoring akan terus kami lakukan secara rutin,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang bahan pokok di pasar baru Indramayu, Munardi, mengungkapkan permintaan minyak goreng menjelang Ramadan mengalami peningkatan signifikan dan cenderung cepat habis di pasaran. Sebaliknya, permintaan beras SPHP justru relatif melambat.
“Minyak seminggu bisa habis sekitar 200 karton kalau stok ada, tetapi biasanya dari Bulog dibatasi 50 sampai 100 dus,” katanya.
Ia mengaku menjual minyak goreng seharga Rp 15.500 per liter atau masih di bawah HET yang ditetapkan pemerintah. "Kadang saya potong harga sedikit buat orang jualan lagi," ucapnya.
Munardi berharap pasokan minyak goreng dari Bulog dapat ditambah agar kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dapat terpenuhi secara optimal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




