Target Dirikan 61 SPPG, Polda Jabar: Bisa Serap 2.600 Tenaga Kerja
Jumat, 13 Februari 2026 | 19:28 WIB
Indramayu, Beritasatu.com – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi daerah. Hingga 2026, sebanyak 61 dapur SPPG ditargetkan beroperasi di wilayah hukum Polda Jawa Barat dengan potensi penyerapan ribuan tenaga kerja lokal.
Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat mendampingi kunjungan kerja Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan di SPPG Polres Indramayu, Kecamatan Lohbener, Jumat (13/2/2026).
Kunjungan itu bertepatan dengan peresmian SPPG Polri secara nasional yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melalui konferensi video.
Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa SPPG merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Tahun ini terdapat 14 SPPG baru yang mulai beroperasi dan 16 lainnya dalam tahap penyelesaian. Target kami, total 61 SPPG akan beroperasi di wilayah hukum Polda Jawa Barat pada tahun 2026 ini,” ucap Hendra.
Hingga kini, SPPG di bawah naungan Polda Jawa Barat telah menyalurkan 85.575 porsi makanan bergizi kepada masyarakat. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya fasilitas yang beroperasi.
“Selain fokus pada kesehatan, program ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja. Saat ini sudah tercatat 1.333 tenaga kerja yang terserap di fasilitas SPPG Jabar. Jika target 61 titik tercapai, diperkirakan akan ada sekitar 2.666 lapangan kerja baru bagi warga lokal,” katanya.
Jangkau Wilayah 3T
Hendra menegaskan, sinergi lintas instansi diharapkan mampu menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Kabupaten Indramayu. Langkah ini dilakukan guna memastikan pemerataan gizi bagi generasi masa depan sesuai visi Presiden.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengapresiasi fasilitas dapur gizi yang dibangun Polres Indramayu. Ia menilai standar kualitas dan kelayakan fasilitas telah memenuhi ketentuan teknis.
“Setelah meninjau langsung, saya melihat fasilitas ini sangat layak dan memenuhi syarat teknis. Semua sertifikasi sudah terpenuhi, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat wajib bagi pengelolaan pangan,” ucap Erwan.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada relawan SPPG, ibu hamil, dan anak sekolah. Acara turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Indramayu serta pejabat utama Polres Indramayu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




