Ukuran Tempe Jadi Kecil Imbas Perang Iran dan Rupiah Melemah
Rabu, 8 April 2026 | 13:25 WIB
Cimahi, Beritasatu.com – Kenaikan harga kedelai dan bahan pembungkus plastik membuat produsen tempe di Kota Cimahi tertekan. Untuk menekan biaya produksi, perajin terpaksa mengecilkan ukuran tempe yang dijual ke pasaran.
Harga kedelai impor saat ini mencapai Rp 10.500 hingga Rp 10.800 per kilogram. Angka ini meningkat dari harga normal sebelumnya yang berada di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram.
Ketua Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) Kota Cimahi, Kusnanto, mengatakan lonjakan harga tersebut semakin membebani pelaku usaha di tengah melemahnya daya beli masyarakat.
"Sekarang harga kedelai sudah melejit, sekitar Rp 10.500 bahkan ada yang Rp 10.800 per kilogram di pasar," ujar Kusnanto saat ditemui, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga kedelai dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Selain itu, faktor geopolitik seperti konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada Selat Hormuz turut memengaruhi harga impor.
"Faktornya karena dolar katanya ya, tetapi walaupun dolar naik harusnya ada standar harga di kita. Kita pengusaha ikut saja, yang penting ketersediaan ada," katanya.
Tak hanya kedelai, harga plastik bening sebagai pembungkus tempe juga mengalami kenaikan. Kondisi ini semakin menekan biaya produksi para pengrajin.
Untuk menyiasati hal tersebut, produsen memilih memperkecil ukuran tempe tanpa menaikkan harga jual. Saat ini, tempe seharga Rp 5.000 dibuat dengan berat sekitar 300 gram, Rp 6.000 sekitar 400 gram, dan ukuran terbesar 900 gram dijual Rp 12.500.
Selain itu, produksi tempe juga dikurangi hingga 30 persen akibat lesunya permintaan di pasar.
"Dampaknya kita juga mengurangi produksi sekitar 30 persen, dan market di pasar memang sepi, daya beli menurun. Untuk ukuran kita perkecil, tapi nanti kalau harga kedelai turun akan kita kembalikan lagi," kata Kusnanto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




