Harga Tahu Naik Akibat Perang Iran-AS
Senin, 6 April 2026 | 12:34 WIB
Serpong, Beritasatu.com - Dampak konflik di Timur Tengah mulai dirasakan hingga ke sektor usaha kecil di Indonesia. Para perajin tahu di kawasan Puspitek, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor yang terus merangkak naik.
Kenaikan harga bahan baku utama ini membuat biaya produksi semakin membengkak dan memaksa pelaku usaha mempertimbangkan penyesuaian harga jual.
Harga kedelai yang sebelumnya stabil di kisaran Rp 10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 10.800 hingga Rp 11.000 per kilogram. Bahkan, dalam waktu dekat harga diperkirakan bisa menembus Rp 12.000 per kilogram.
Salah satu perajin tahu, Barnas, mengaku kenaikan harga terjadi secara bertahap hampir setiap dua minggu.
“Harga kedelai sekarang memang ada imbasnya. Setiap belanja biasanya ada kenaikan bertahap. Terakhir saya beli di harga Rp 10.800, tetapi sudah ada kabar kalau nanti bisa naik jadi Rp 12.000,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Meski demikian, Barnas belum langsung menaikkan harga jual produknya. Ia masih berupaya bertahan sambil melihat perkembangan harga bahan baku.
“Kalau sudah berat, mau tidak mau kita harus naikkan harga ke konsumen. Pengurangan karyawan itu pilihan terakhir,” katanya.
Ia memperkirakan kenaikan harga jual tahu sekitar Rp 2.000 per kotak dari harga normal Rp 40.000.
Menurut Barnas, pelanggan saat ini mulai memahami kondisi tersebut karena kenaikan harga dipicu faktor global.
“Sekarang mereka sudah maklum, karena imbas perang dan harga impor. Jadi kalau naik, mereka bisa terima,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, Barnas dibantu delapan pekerja yang bekerja secara bergantian setiap malam. Produk tahu yang dihasilkan didistribusikan ke sejumlah wilayah, seperti Tangerang, Penjaringan, Bintaro, Ciputat, hingga BSD.
Kenaikan harga kedelai tidak hanya berdampak pada biaya produksi, tetapi juga berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha kecil. Para perajin khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, margin keuntungan akan semakin tergerus.
Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kedelai, termasuk melalui kebijakan impor atau subsidi bahan baku.
Tanpa intervensi, kenaikan harga dikhawatirkan akan berimbas pada kenaikan harga pangan di tingkat konsumen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




