ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penelitian Undip: KT Selaut Simeulue Potensi Besar Agromaritim

Sabtu, 6 Desember 2025 | 17:00 WIB
WW
S
Penulis: Widy Wicaksono | Editor: JTO
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) mempresentasikan hasil rangkaian kajian selama 4 bulan di kawasan Transmigrasi (KT) Selaut.
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) mempresentasikan hasil rangkaian kajian selama 4 bulan di kawasan Transmigrasi (KT) Selaut. (Dok Undip/Dok Undip)

Semarang, Beritasatu.com - Setelah 8 tahun dibangun kawasan transmigrasi (KT) Selaut, Simeulue, Aceh masih perlu pembenahan. Tim ekspedisi patriot transmigrasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang turun ke lapangan selama 4 bulan penuh mengukur celah masalah kawasan tersebut.

Ketua tim ekspedisi patriot transmigrasi Undip Asnawi Manaf menegaskan, KT Selaut hanya sebagai permukiman belum maksimal. Kawasan ini harus dikembangkan sebagai koridor agromaritim yang menghubungkan sentra produksi pertanian, perikanan, serta agroindustri kelapa, rempah pada tiga klaster utama, yakni Sigulai, Lubuk Baik-Lamerem, dan Tamon Jaya-Meunafa.

"Kawasan ini harus dibangun sebagai satu sistem agromaritim yang terhubung. Penguatan legalitas lahan, infrastruktur jalan dan pelabuhan, hingga fasilitas pascapanen harus dirancang sebagai satu paket kebijakan," tutur Asnawi saat ditemui di Undip, Semarang, Sabtu (6/12/2025).

ADVERTISEMENT

Selama penelusuran, tim Undip menemukan, problem legalitas lahan menjadi hambatan strategis terbesar. Asnawi mengatakan, tim tidak hanya mengandalkan peta digital. Mereka menggabungkan data spasial, verifikasi lapangan, serta dialog sosial mendalam dengan warga transmigran. Tim menelusuri nomor induk bidang (NIB), dokumen HPL–SHM, dan membandingkan batas bidang melalui foto udara dan portal Bhumi ATR/BPN.

"Kami menemukan sejumlah masalah pertanahan. Ada bidang yang belum tersertifikasi, ada yang posisinya tidak mendukung usaha produktif, hingga beberapa batas bidang yang tumpang tindih dengan jalan dan fasilitas umum," jelas Asnawi membeberkan detail temuan tim.

Menurut Asnawi, konsolidasi tanah adalah kunci untuk menuntaskan masalah tersebut. Konsolidasi dibutuhkan untuk merapikan kembali batas bidang, memastikan SHM dan HPL tertata secara legal dan spasial, menyediakan ruang untuk infrastruktur dasar, sekaligus memperkuat basis usaha transmigran.

"Kami memosisikan konsolidasi tanah sebagai instrumen pengungkit tiga pilar transmigrasi tuntas: legalitas selesai, layanan dasar terhubung, dan penghidupan berkelanjutan," tegasnya.

Asnawi menegaskan, agenda transmigrasi tuntas harus melibatkan kolaborasi erat antara masyarakat, pemerintah daerah, dan akademisi, tidak bisa berjalan parsial.

"Dari Sigulai dan kawasan Selaut, agenda transmigrasi tuntas menemukan arah baru. Bukan hanya memindahkan penduduk, tetapi menata ruang hidup mereka secara adil, legal, dan produktif," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mentrans: Kawasan Transmigrasi Kunci Swasembada Pangan RI

Mentrans: Kawasan Transmigrasi Kunci Swasembada Pangan RI

EKONOMI
AHY: Potensi Ekspor Durian Parigi Moutong Rp 1 Triliun Per tahun

AHY: Potensi Ekspor Durian Parigi Moutong Rp 1 Triliun Per tahun

NASIONAL
Kawasan Transmigrasi Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kawasan Transmigrasi Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

NASIONAL
Panen Raya Melon Mesuji, Kementrans Dorong Ekonomi Terintegrasi

Panen Raya Melon Mesuji, Kementrans Dorong Ekonomi Terintegrasi

EKONOMI
Wamen Viva Yoga Ubah Arah Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi

Wamen Viva Yoga Ubah Arah Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi

JAWA TIMUR
Lewat IPT, Pengusaha Diajak Investasi pada Kawasan Transmigrasi

Lewat IPT, Pengusaha Diajak Investasi pada Kawasan Transmigrasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon