AHY: Potensi Ekspor Durian Parigi Moutong Rp 1 Triliun Per tahun
Kamis, 16 April 2026 | 04:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan program transmigrasi kini berkembang pesat dan bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi baru di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut AHY, keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari pembangunan kawasan, tetapi juga dari meningkatnya potensi ekonomi yang mampu menembus pasar ekspor.
Salah satu contoh nyata adalah komoditas durian dari kawasan transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, yang mulai merambah pasar internasional, khususnya Tiongkok.
“Dalam kurun waktu tiga bulan, nilainya bisa mencapai Rp 300 hingga Rp 400 miliar. Artinya dalam satu tahun bisa lebih dari Rp 1 triliun diekspor ke Tiongkok,” ujar AHY di kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, program transmigrasi saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan wilayah, tetapi juga pemberdayaan sumber daya manusia. Pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas para transmigran agar mampu mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal.
“Kami ingin memastikan transmigrasi benar-benar menghadirkan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, pemerintah berharap keberhasilan kawasan transmigrasi, seperti di Parigi Moutong dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis wilayah yang berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar global melalui ekspor komoditas unggulan bernilai tinggi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




