Terisolasi Banjir di Pati, Warga Karangrowo Bertahan Pakai Perahu
Rabu, 21 Januari 2026 | 12:55 WIB
Pati, Beritasatu.com - Banjir yang mengepung Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kian memprihatinkan. Seluruh akses jalan menuju desa tersebut terendam air, membuat mobilitas warga lumpuh total. Dalam kondisi ini, perahu menjadi satu-satunya sarana transportasi bagi warga untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan Desa Karangrowo kini tampak seperti lautan. Genangan air telah bertahan lebih dari sepekan, merendam ratusan rumah warga serta ratusan hektare lahan pertanian. Akibatnya, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat nyaris terhenti.
Seorang warga Karangrowo, Ahmad Muzaidun, menyebutkan ketinggian air di jalan poros desa mencapai 70 sentimeter hingga 1 meter. Kondisi tersebut membuat kendaraan bermotor tidak mungkin melintas.
“Jalan benar-benar lumpuh. Akses ke arah selatan ke Desa Ngastorejo dan ke utara ke Desa Tondomulyo terputus banjir. Arah timur menuju Desa Sidoharum juga tergenang,” ujar Ahmad, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, warga yang hendak keluar desa harus menaiki perahu menuju lokasi aman. Sepeda motor milik warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi di Desa Sidoharum. “Kalau mau beraktivitas, kami harus naik perahu dahulu dari kampung,” imbuhnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Karangrowo mengambil langkah cepat dengan menyediakan dua unit perahu operasional yang dapat dimanfaatkan warga secara gratis.
Perangkat Desa Karangrowo, Mintarjo, menjelaskan perahu tersebut digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan warga, mulai dari antarjemput anak sekolah, warga bekerja, distribusi bantuan logistik, hingga penanganan kondisi darurat.
“Kendaraan belum bisa masuk. Akses utama memang menggunakan perahu. Kami siapkan perahu kebencanaan dari desa, ditambah perahu swadaya milik warga. Ini untuk membantu anak sekolah, warga bekerja, pengiriman logistik, sampai kondisi darurat medis,” jelas Mintarjo.
Secara geografis, Desa Karangrowo berada di bantaran Sungai Juana yang menjadikannya wilayah langganan banjir. Setiap kali debit air sungai meluap, desa ini kerap menjadi salah satu wilayah terdampak terparah.
Data Pemerintah Desa Karangrowo mencatat sebanyak 260 rumah terendam banjir. Sebanyak 320 kepala keluarga atau sekitar 905 jiwa terdampak, sedangkan 150 hektare sawah ikut terendam dan terancam gagal panen.
Hingga kini, warga masih berharap debit Sungai Juana segera surut agar aktivitas ekonomi dan sosial di Desa Karangrowo dapat kembali berjalan normal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




