Bawa Kayu Gelondongan, Banjir Bandang di Purbalingga Mirip Sumatera
Minggu, 25 Januari 2026 | 01:00 WIB
Purbalingga, Beritasatu.com - Fenomena banjir bandang di Purbalingga dinilai mirip dengan peristiwa serupa di beberapa wilayah Sumatera, di mana arus deras juga membawa kayu gelondongan dan material berat dari hulu sungai.
Relawan dan warga bahu-membahu membersihkan rumah dan lingkungan dari kayu, lumpur, serta puing-puing yang terbawa banjir. Kegiatan ini berlangsung sejak Sabtu (24/1/2026) pagi hingga sore hari untuk memulihkan akses dan permukiman.
Banjir bandang menerjang kawasan lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Bencana ini menyapu tujuh rumah hingga hanyut dan merusak puluhan rumah lain di dua kecamatan. Luapan sungai terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan lereng Slamet selama berjam-jam. Arus datang tiba-tiba saat sebagian besar warga masih tidur, memicu kepanikan massal.
Desa Sangkanayu menjadi salah satu titik terdampak terparah. Tujuh rumah hanyut berada di bantaran sungai yang menjadi jalur aliran material dari lereng Gunung Slamet.
“Sekitar jam dua pagi saya sedang tidur. Tiba-tiba dengar orang teriak minta tolong. Pas bangun, air sudah masuk rumah. Saya tidak bisa lari, takut terbawa arus,” kata Sultoni, warga Desa Sangkanayu.
Menurut Sultoni, banjir membawa kayu gelondongan dan batu besar dari hulu, merusak rumah warga dalam hitungan menit. Selain Sangkanayu, desa Serang, Kutabawa, dan Gunungmalang di Kecamatan Karangreja dan Mrebet juga terdampak. Sedikitnya 25 rumah mengalami rusak berat akibat lumpur, kayu, dan bebatuan.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyebut dampak banjir bandang kali ini signifikan.
“Tujuh rumah hanyut dan puluhan lainnya rusak. Akses jalan sempat terputus, namun sudah bisa dilalui,” kata Fahmi saat meninjau lokasi.
Warga bersama relawan dan aparat bergotong-royong membersihkan lumpur dan material kayu. BPBD Kabupaten Purbalingga masih mendata kerusakan dan memperkirakan kerugian.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. Namun, warga diminta tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi dan risiko banjir susulan masih mengintai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




