ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Warga Klaten Serbu Gunungan Ketupat Syawalan di Bukit Sidoguro

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:18 WIB
JL
RA
Penulis: Joko Laksono | Editor: RP
Gunungan Ketupat Syawalan dipercaya masyarakat Klaten dapat membawa berkah. Ribuan warga rela berdesakan demi mendapatkannya.
Gunungan Ketupat Syawalan dipercaya masyarakat Klaten dapat membawa berkah. Ribuan warga rela berdesakan demi mendapatkannya. (Beritasatu.com/Joko Laksono)

Klaten, Beritasatu.com – Ribuan warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan sekitarnya memadati kawasan Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, untuk mengikuti acara perayaan tradisi Syawalan 1447 Hijriah yang diselenggarakan satu pekan setelah hari raya Idulfitri. 

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) ini menjadi salah satu acara ikonik pariwisata daerah sekaligus wujud silaturahmi masyarakat setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

Dalam perayaan tersebut, warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, tampak begitu bersemangat mengikuti prosesi puncak berupa perebutan 17 gunungan ketupat dan hasil bumi. Gunungan tersebut dipercaya membawa berkah, tak heran masyarakat rela berdesakan demi mendapatkannya.

ADVERTISEMENT

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan gelaran garebek Syawal menjadi momen saling memaafkan dengan sesama sekaligus bentuk nguri-nguri (melestarikan) budaya Jawa yang sudah lama berjalan di Klaten. 

"Kegiatan ini merupakan bentuk nguri-nguri budaya para leluhur kita, yang sudah biasa menjalankan garebek Syawal. Momen ini juga tepat untuk saling memaafkan," ujar Hamenang dalam sambutannya, Sabtu (28/3/2026).

Hamenang mengimbau warga agar tidak berdesakan karena persediaan ketupat cukup banyak, yang disediakan oleh pemerintah dan swasta. Ia menegaskan tradisi Syawalan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta melestarikan budaya warisan leluhur.

"Tradisi ini rutin digelar setiap tahun, untuk mendorong pariwisata dan menjaga kearifan lokal," tutupnya. 

Sebelum diperebutkan, 17 gunungan ketupat dan hasil bumi dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta diarak menuju puncak Bukit Sidoguro. Prosesi arak-arakan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Selain itu, rangkaian acara dimeriahkan dengan pertunjukan seni tari dari sanggar lokal, serta pembagian 1.000 ketupat gratis kepada masyarakat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Keraton Solo Gelar Grebeg Syawal, 2 Gunungan Diperebutkan

Keraton Solo Gelar Grebeg Syawal, 2 Gunungan Diperebutkan

JAWA TENGAH
Hari Kedua Lebaran, Warga Halalbihalal di Keraton Kasepuhan Cirebon

Hari Kedua Lebaran, Warga Halalbihalal di Keraton Kasepuhan Cirebon

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon