Gratis dan Berbasis Asrama, Sekolah Rakyat Banyumas Bikin Haru
Senin, 14 Juli 2025 | 21:59 WIB
Banyumas, Beritasatu.com - Satria Ikhwan Puji Saputra (12) tak pernah menyangka bisa melanjutkan pendidikan menengah tanpa membebani orang tuanya. Ia kini resmi menjadi siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas, sekolah berbasis asrama yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Sempat enggak mau karena enggak tahu soal sekolah rakyat. Namun, karena sekolahnya gratis, jadi mau. Senang bisa sekolah di asrama, enggak sedih. Sekolahnya asyik dan bagus,” ungkap Satria saat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sentra Satria Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (14/7/2025).
Satria adalah satu dari 50 siswa terpilih dari total 155 pendaftar. Ia berasal dari keluarga sederhana di Sokaraja Wetan. Ayahnya bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan tidak menentu, sedangkan ibunya, Susi Yuni Asri (36), adalah ibu rumah tangga.
“Disekolahkan di sini karena keterbatasan biaya. Ingin punya anak yang sukses, bisa capai cita-citanya,” kata Susi dengan mata berkaca-kaca.
Ia merasa sangat terbantu dengan keberadaan sekolah rakyat, terlebih karena biaya pendidikan kerap menjadi kendala besar. Pendamping program keluarga harapan (PKH) menjadi sumber informasi awal bagi keluarga ini.
Susi sempat kesulitan membujuk Satria karena awalnya sang anak takut dan belum paham konsep sekolah rakyat. Namun, setelah mengetahui manfaat dan sistem pendidikannya, Satria pun mantap melanjutkan pendidikan di sana.
MPLS di SRMP 13 Banyumas berlangsung selama dua pekan. Setelahnya, siswa akan mengikuti masa persiapan selama tiga bulan sebelum pembelajaran reguler dimulai. Sekolah ini menerapkan sistem boarding school yang dirancang menyesuaikan kondisi dan latar belakang siswa.
“Kami seleksi secara ketat. Dari 155 pendaftar, kami hanya menerima 50 siswa, terdiri dari 26 putri dan 24 putra. Semua disesuaikan dengan kapasitas asrama dan fasilitas yang ada,” jelas Kepala Sentra Satria Baturraden Darmanto.
Kepala SRMP 13 Banyumas Siti Isbandiyah menjelaskan, kurikulum yang digunakan tetap mengacu pada kurikulum nasional. Namun, dengan pendekatan khusus (tailor made) yang dirancang untuk kebutuhan siswa.
“Tiga fokus utama kami adalah pembiasaan hidup di asrama, pembelajaran akademik, dan kegiatan berbasis keterampilan hidup. Tujuannya, siswa tumbuh secara utuh, baik dari segi karakter, kemampuan akademik, hingga kemampuan hidup bersama,” ujar Siti.
Saat ini SRMP 13 Banyumas memiliki 13 guru, termasuk satu guru agama, serta satu wali asrama dan lima wali asuh yang mendampingi siswa dalam kegiatan sehari-hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




