Ning Ita Godok Rencana Pembangunan Klinik Pratama PMI Kota Mojokerto
Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:19 WIB
Mojokerto, Beritasatu.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto, Jawa Timur berkomitmen untuk melakukan transformasi layanan kemanusiaan dengan mengadaptasi perkembangan teknologi informasi. PMI ingin menghadirkan klinik pratama di Mojokerto.
Ketua PMI Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mengatakan langkah ini diambil guna menjawab tantangan zaman yang kian dinamis serta memastikan pelayanan masyarakat tetap terukur dan responsif.
​​"Tugas PMI adalah tugas kemanusiaan. Dalam mengemban amanah ini, kita harus mampu menjaga konsistensi komitmen, namun di sisi lain wajib mengikuti perkembangan zaman. Teknologi informasi saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh sektor kehidupan," kata Ika Puspitasari saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) II PMI Kota Mojokerto di Aula Kantor PMI Kota Mojokerto, Sabtu (14/2/2026).
​Dalam forum tersebut, Ning Ita yang juga wali kota Mojokerto turut memaparkan laporan kinerja PMI sepanjang 2025 yang menunjukkan peningkatan efektivitas layanan.
PMI Kota Mojokerto tercatat berhasil melayani 18.422 kantong darah selama setahun terakhir. ​Layanan ini tidak hanya mencakup kebutuhan domestik Kota Mojokerto, tetapi juga menyokong daerah penyangga seperti Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Surabaya, hingga Malang.
​"Ini adalah pencapaian luar biasa. Ketika ada permintaan, kita tidak boleh menolak karena ini adalah tugas kemanusiaan. Cakupan layanan kita melampaui batas administratif kota," tambahnya.
​Selain urusan stok darah, performa layanan ambulans gawat darurat juga menjadi sorotan. Sepanjang 2025, tim relawan telah merespons 1.668 panggilan darurat selama 24 jam penuh dalam sepekan. Secara total, terdapat 2.073 jiwa yang mendapatkan manfaat langsung dari layanan kemanusiaan di luar layanan ambulans.
​Menatap tahun anggaran 2026 hingga 2029, Ning Ita mendorong adanya pengembangan sarana dan prasarana. Salah satu rencana strategis yang tengah digodok adalah pendirian Klinik Pratama PMI Kota Mojokerto.
​Lokasi markas PMI yang berada di jantung kota dan dekat dengan pusat perekonomian dinilai sangat strategis untuk memberikan layanan kesehatan tingkat pertama, baik bagi warga kota maupun warga pelintas dari kabupaten tetangga.
​"Evaluasi kinerja 2024-2025 akan kita jadikan dasar untuk merumuskan program kerja yang lebih terperinci. Kita ingin kemanfaatan PMI semakin dirasakan luas oleh masyarakat," tutur Ning Ita.
​Sementara itu, Sekretaris PMI Kota Mojokerto Ayuhannafiq, menjelaskan musker II ini merupakan forum krusial untuk membahas tiga poin utama, yakni ​evaluasi kegiatan dan pelaksanaan program tahun sebelumnya, ​penetapan rencana anggaran biaya (RAB) tahun berjalan, hingga ​perumusan kebijakan strategis organisasi ke depan.
​Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus, dewan kehormatan, dan perwakilan relawan ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang memperkuat struktur organisasi PMI sebagai garda terdepan penanganan sosial dan kebencanaan di Kota Mojokerto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




