ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Pangan Jombang Melejit Jelang Ramadan, Warga Komplain

Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:56 WIB
DF
SL
Penulis: Didik Fibrianto | Editor: LES
Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pon, Jombang, mulai merangkak naik menjelang Ramadan 2026.
Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pon, Jombang, mulai merangkak naik menjelang Ramadan 2026. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

Jombang, Beritasatu.com –  Menjelang bulan suci Ramadan 2026, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pon, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini memaksa para ibu rumah tangga untuk memutar otak agar anggaran belanja tetap mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Nur Latifah, salah seorang pembeli, mengeluhkan kenaikan harga daging ayam yang kini menyentuh angka Rp 40.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga tertinggi hanya berkisar di angka Rp 35.000 per kilogram.

Tak hanya daging ayam, lonjakan harga juga terjadi pada komoditas cabai yang kini mencapai Rp 80.000 per kilogram. Tingginya harga tersebut membuat konsumen terpaksa mengurangi porsi pembelian.

ADVERTISEMENT

"Kebanyakan yang naik. Kalau mahal ya disiasati, diperhitungkan uangnya," ujar Nur Latifah saat ditemui di lokasi, Sabtu (14/2/2026).

Merespons situasi ini, tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemerintah Kabupaten Jombang melakukan pemantauan langsung di pasar-pasar tradisional, termasuk Pasar Pon.

Kasubag TU Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Puspa Dewi, mengonfirmasi adanya kenaikan serentak pada beberapa komoditas pangan utama. Berikut adalah detail kenaikan harga di lapangan:

  • Bawang Merah: Kini Rp 35.000 per kg (sebelumnya Rp 30.000).
  • Tomat: Melonjak drastis ke Rp12.000 per kg (sebelumnya Rp 4.000).
  • Telur Ayam: Naik menjadi Rp 29.000 per kg (sebelumnya Rp 26.000).
  • Cabai: Mengalami kenaikan tertinggi di berbagai varian.

Puspa Dewi menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai yang cukup ekstrem dipengaruhi oleh faktor eksternal yang sulit dihindari. Menurutnya, stabilitas harga terganggu akibat kondisi alam.

"Ini cabai ada kenaikan, naiknya serentak karena faktor cuaca," ungkap Puspa.

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan di tingkat daerah tetap aman serta mencari solusi guna menstabilkan harga menjelang puncak permintaan pada bulan Ramadan nanti. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam mengatur pola konsumsi selama masa fluktuasi harga ini berlangsung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT