Sambut Imlek, Pengunjung Padati Kelenteng Hong Tiek Hian Surabaya
Senin, 16 Februari 2026 | 18:29 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – Sehari menjelang Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa (17/2/2026), Kelenteng Hong Tiek Hian, Surabaya, mulai dipadati umat dari pagi hingga sore hari pada Senin (16/2/2026). Diperkirakan malam nanti kelenteng ini akan dibanjiri pengunjung saat sembahyang bersama menyambut pergantian tahun baru Imlek pada pukul 24.00 WIB.
Kelenteng Hong Tiek Hian, yang juga dikenal dengan Kelenteng Dukuh karena lokasinya di Jalan Dukuh, Surabaya, terlihat ramai dikunjungi umat yang ingin menjalankan ibadah menyambut Imlek. Mayoritas pengunjung berasal dari Surabaya dan datang bersama keluarga besar.
Dari pagi hingga sore, umat berdatangan secara silih berganti untuk menjalankan ritual peribadatan. Puncak kedatangan umat diperkirakan akan terjadi malam nanti seiring digelarnya sembahyang bersama untuk menyambut Tahun Baru Imlek.
Sejarah dan Keunikan Kelenteng Hong Tiek Hian
Kelenteng Hong Tiek Hian merupakan salah satu kelenteng tertua di Surabaya, yang diyakini telah berdiri sejak abad ke-13 pada masa Kerajaan Majapahit. Berawal dari sebuah altar kecil, kelenteng ini berkembang menjadi pusat spiritual dan simbol akulturasi budaya Tionghoa di Nusantara.
Kelenteng ini konon dibangun oleh tentara Tar-tar pada masa Kaisar Khu Bilai Khan dan menjadi ikon penting di kawasan pecinan Surabaya. Arsitektur dan gapuranya bergaya Tiongkok.
Di lokasi ini pengunjung dapat menikmati pertunjukan wayang potehi yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Kelenteng Hong Tiek Hian tetap menjadi destinasi utama warga yang ingin merasakan suasana khas Imlek di Surabaya, baik dari sisi spiritual maupun budaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




