ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polisi Lumpuhkan Pemuda yang Mengamuk dan Bawa Golok dengan Taser

Senin, 23 Februari 2026 | 19:37 WIB
MF
S
Penulis: Muhammad Miftakul Falakh | Editor: JTO
JP pemuda mengamuk di Ngawi akhirnya dapat diamankan petugas setelah dikepung berjam-jam.
JP pemuda mengamuk di Ngawi akhirnya dapat diamankan petugas setelah dikepung berjam-jam. (Beritasatu.com/Falakh)

Ngawi, Beritasatu.com - Polisi turun tangan pakai taser atau pistol kejut listrik untuk melumpuhkan pemuda berinisial JP (25) karena membuat resah warga. JP kini dirawat di RSUD dr Soeroto untuk pemeriksaan kesehatan.

Warga Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur, dibuat panik pada Senin (23/2/2026). Seorang pemuda bernama JP (25), yang sejak lama dikenal memiliki perilaku agak berbeda mendadak kehilangan kendali dan berkeliling kampung membawa golok sambil merusak genteng rumah warga. Akibat aksinya, empat rumah mengalami kerusakan.

Suwarno, salah seorang warga mengungkapkan, JP memang sudah sering membuat resah selama empat tahun terakhir. “Kami semua takut, terutama saat dia keliling sambil membawa golok. Takutnya kena tebas secara tiba-tiba,” kata Suwarno.

ADVERTISEMENT

Polisi menerima laporan warga dan segera mendatangi lokasi. Kepala Desa Budi Raharjo sempat mencoba membujuk JP agar menyerahkan diri secara damai, tetapi pemuda tersebut menolak. JP malah mengurung diri di dalam rumah bersama adiknya sambil tetap memegang golok.

Karena negosiasi tidak membuahkan hasil, pasukan Sabhara Polres Ngawi dikerahkan. Pintu rumah JP didobrak, tetapi pemuda itu tetap bersikeras dan mengancam petugas dengan golok. Polisi akhirnya menggunakan pistol kejut (taser) untuk menenangkan JP. Setrum ribuan volt berhasil melumpuhkan JP, sehingga golok terlepas dari tangannya.

“Terpaksa kami mengambil tindakan tegas dan terukur menggunakan pistol kejut. Tujuannya agar petugas maupun warga tidak mengalami bahaya,” tegas Kapolsek Geneng AKP Haris Sunarto.

Setelah berhasil dilumpuhkan, JP dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk pemeriksaan kesehatan. Polisi menduga perilaku ekstrem pemuda tersebut dipicu masalah kesehatan mental, sehingga langkah medis menjadi prioritas.

Kondisi Desa Tepas yang semula mencekam kini berangsur normal, dan warga dapat kembali beraktivitas dengan aman. Polisi menegaskan akan terus memantau JP serta memberikan pendampingan terkait penanganan kasus ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

2 Tersangka Kasus Narkoba Dinikahkan di Polres Ngawi

2 Tersangka Kasus Narkoba Dinikahkan di Polres Ngawi

JAWA TIMUR
Kronologi Kecelakaan Bus Mira vs Grand Max di Ngawi

Kronologi Kecelakaan Bus Mira vs Grand Max di Ngawi

JAWA TIMUR
Cek Stok BBM di SPBU, Polres Ngawi Imbau Warga Tak Panic Buying

Cek Stok BBM di SPBU, Polres Ngawi Imbau Warga Tak Panic Buying

JAWA TIMUR
2 Bocah Tenggelam di Sungai Saat Asyik Bermain

2 Bocah Tenggelam di Sungai Saat Asyik Bermain

JAWA TIMUR
Pelaku Sumbangan Fiktif yang Tipu 76 Toko di Jateng-Jatim Ditangkap

Pelaku Sumbangan Fiktif yang Tipu 76 Toko di Jateng-Jatim Ditangkap

JAWA TIMUR
Mobil Tabrak 2 Pejalan Kaki di Ngawi, 1 Lansia Tewas

Mobil Tabrak 2 Pejalan Kaki di Ngawi, 1 Lansia Tewas

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon