ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Pentingnya Edukasi Anak Pada Area Privasi Sejak Kecil

Kamis, 9 Februari 2023 | 18:03 WIB
HS
YD
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: YUD
Jangan malu atau merasa tabu mengajarkan pendidikan seksual sejak dini, karena ini bisa membantu mencegah pelecehan seksual pada anak.
Jangan malu atau merasa tabu mengajarkan pendidikan seksual sejak dini, karena ini bisa membantu mencegah pelecehan seksual pada anak. (Freepik/DCStudio)

Jakarta, Beritasatu.com - Orang tua bisa mulai melakukan edukasi anak tentang area tubuh privasi sejak berusia di bawah lima tahun saat mereka sudah mengenal anggota tubuhnya. Hal ini sangat penting guna mencegah kekerasan seksual pada anak yang bisa memberikan dampak panjang, dan berpotensi merusak masa depan si anak.

"Ketika anak sudah mulai mengenal anggota badannya kita kasih tahu, ini namanya vagina, dada, bokong, dan tidak boleh dipegang oleh siapa-siapa," kata Ketua Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Eva Devita saat media briefing virtual yang digelar Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), Kamis (9/2/2023).

Kemudian, ketika anak sudah beranjak pada usia sekolah, orangtua bisa kembali mulai mengedukasi mengenai area tubuh yang tidak boleh disentuh atau dilihat orang lain selain dirinya atau orang-orang tertentu.

ADVERTISEMENT

Ini karena anak-anak pada usia sekolah umumnya bertanya lagi mengenai alasan area tubuh privasinya tidak boleh disentuh dan dilihat orang lain.

"Orangtua menjelaskan lagi daerah itu hanya boleh disentuh oleh orang khusus saja, karena itu milik kamu bukan milik orang lain, misalnya," ucap dr Eva.

Saat anak mencapai usia pra-pubertas misalnya usia delapan hingga 10 tahun, orangtua dapat memberikan edukasi lanjutan seperti perbedaan organ privasi antara laki-laki dan perempuan, alasan perlunya menjaga area itu dan dampak yang akan terjadi bila lalai menjaganya.

"Itu kita jelaskan dengan bahasa anak," kata Eva.

Dia mengingatkan, tahapan edukasi seks pada anak mulai dari mengenalkan anggota tubuh privasi, siapa yang boleh menyentuh dan melihat, kemudian alasan area privasi tidak boleh dipegang dan dilihat orang lain, dampak bila tidak menjaga area privasi.

Ini, sambung dia, agar seiring bertambahnya usia, anak memahami tentang fungsi dari organ reproduksinya atau alat privasi yang ada di dalam tubuhnya.

"Edukasi seks ini tujuannya agar anak mengenal daerah privasinya. Anggota tubuh privat yang ada fungsi seksualnya. Kalau perempuan, dadanya, organ kemaluannya, paha, bokong dan mulut. Daerah-daerah itu harus dikasih tahu sama anaknya bahwa hanya boleh dipegang, dilihat oleh orang-orang tertentu saja. Hanya ibu dan dokternya," pungkas dr Eva.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ini Dampak Buruk Berikan Gadget pada Anak di Bawah 2 Tahun

Ini Dampak Buruk Berikan Gadget pada Anak di Bawah 2 Tahun

LIFESTYLE
Lebih dari 200 Anak Diculik dalam Serangan ke Sekolah Katolik Nigeria

Lebih dari 200 Anak Diculik dalam Serangan ke Sekolah Katolik Nigeria

INTERNASIONAL
Sarwendah ke Psikolog Usai Didatangi Debt Collector, Anak Ikut Trauma

Sarwendah ke Psikolog Usai Didatangi Debt Collector, Anak Ikut Trauma

LIFESTYLE
Waspada! Diabetes Anak Naik Tajam, Orang Tua Perlu Tahu Tanda-tandanya

Waspada! Diabetes Anak Naik Tajam, Orang Tua Perlu Tahu Tanda-tandanya

LIFESTYLE
Zaskia Sungkar Resmi Umumkan Jenis Kelamin Anak Kedua: Laki-laki

Zaskia Sungkar Resmi Umumkan Jenis Kelamin Anak Kedua: Laki-laki

LIFESTYLE
Psikolog Ungkap Panduan Pilih Tayangan TV Tepat untuk Anak

Psikolog Ungkap Panduan Pilih Tayangan TV Tepat untuk Anak

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT