Review Film No Way Up, Bencana yang Dieksekusi Berantakan
Minggu, 4 Februari 2024 | 10:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - No Way Up yang tayang perdana di bioskop Indonesia mulai Jumat (2/2/2024) menjadi film yang menggabungkan elemen survival dan bencana. Meski memiliki konsep awal yang menarik, eksekusi yang berantakan membuat film produksi RLJE Films ini gagal membuat penonton berkesan.
Kisah dimulai dengan rombongan penumpang yang mengalami kecelakaan ketika pesawat yang mereka tumpangi jatuh ke dalam lautan. Adegan pesawat yang menghantam laut mungkin menjadi salah satu adegan paling menarik dan realistis dalam film, yang awalnya memicu ketegangan penonton.
Sisa penumpang yang selamat mendapati diri mereka terjebak di dalam bagian pesawat yang terkunci udara. Mereka harus bertahan hidup di tengah laut dalam yang penuh bahaya, terjebak di pesawat yang semakin lama menunjukkan semakin tidak ada harapan.
Konsep No Way Up yang melibatkan kehadiran hiu sebagai ancaman sebetulnya sudah pernah disajikan film-film bergenre sejenis. Beberapa adegan menegangkan dari film garapan sutradara Caludio Fah itu terlihat seperti salinan dari film serupa, mengurangi kesan orisinalitas dari No Way Up.
Kelemahan lainnya dalam film ini adalah kurangnya pengembangan karakter. Skenario yang ditulis oleh Andy Mayson seperti sama saja dengan film Mayson sebelumnya, 47 Meters Down: Uncaged. Dialog-dialog antarkarakter juga terdengar datar dan terkadang sulit dipahami, membuat pengalaman menonton menjadi kurang menyenangkan.
Film yang dibintangi oleh Colm Meaney, Phyllis Logan, Sophie McIntosh, hingga Will Attenborough ini juga tidak menawarkan narasi yang membuat penonton terkesan. Cara karakter utama bertahan hidup juga terkesan dianggap tidak realistis, membuat sulit bagi penonton untuk terhubung dengan karakter secara emosional.
Seiring berjalannya waktu, film ini semakin kehilangan momentumnya. Penonton merasa kebingungan mengikuti perjalanan siapa yang seharusnya menjadi fokus utama.
Pertarungan melawan hiu yang juga seharusnya menjadi momen puncak, sayangnya lantaran efek visual yang kurang realistis membuatnya terasa lebih konyol ketimbang mencekam.
Secara keseluruhan, No Way Up sebetulnya menawarkan ide unik dengan potensi besar, tetapi terkendala oleh eksekusi yang kurang memuaskan. Plot yang terasa hambar, dan kurangnya koneksi emosional membuat penonton sulit untuk terhibur dengan yang ditawarkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




