ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Retinol Viral di TikTok, Ini Perbedaannya dengan Retinoid

Selasa, 21 Mei 2024 | 19:21 WIB
SN
TE
Penulis: Siti Nuraisah | Editor: TCE
Ilustrasi skincare yang mengandung retinol.
Ilustrasi skincare yang mengandung retinol. (Freepik/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini media sosial TikTok tengah ramai penggunaan skincare retinoid dan retinol untuk kalangan usia remaja.

Tentunya dua skincare tersebut sudah tidak asing lagi dalam dunia perawatan kulit, terutama untuk antipenuaan dan perbaikan tekstur kulit.

Namun, apa perbedaan antara retinoid dan retinol? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Health, Selasa (22/5/2024).

Retinoid
Retinoid merupakan turunan dari vitamin A yang dapat mengatasi segala hal mulai dari garis halus, pigmentasi hingga jerawat dan psoriasi. Retinoid dapat meningkatkan tingkat pergantian sel kulit.

ADVERTISEMENT

Menurut salah satu dokter Karyn Grossman dari Grossman Dermatology di Santa Monica, CA, menjelaskan retinoid dapat mempercepat laju pembelahan sel kulit dan pertumbuhan sel baru. Retinoid mengubah fungsi sel-sel kulit Anda.

Retinoid adalah bahan yang bisa membantu mengatasi beberapa masalah kulit, seperti pori-pori tersumbat, jerawat, kulit yang menua, warna kulit yang tidak merata, garis-garis halus, kerutan, dan hiperpigmentasi. Skincare ini juga dapat meredakan peradangan dan masalah yang terkait dengan psoriasis.

Ada enam jenis retinoid yang berbeda, seperti tretinoin, adapalene, tazarotene, alitretinoin, bexarotene, dan retinol. Retinoid bisa ditemukan dalam bentuk gel, krim, atau cairan.

Namun, sebelum menggunakan produk retinoid, Anda harus mendapatkan instruksi dari penyedia layanan kesehatan tentang cara penggunaannya. Secara umum, retinoid tipikal dioleskan sekali sehari setelah membersihkan wajah, dan diaplikasikan dengan lembut ke kulit.

Retinol
Retinol adalah salah satu bentuk retinoid, yang termasuk dalam keluarga bahan kimia yang sama. Bahan ini adalah turunan vitamin A yang bermanfaat untuk kulit karena efek restoratifnya yang kuat.

Namun, retinol berbeda dari retinoid dalam cara pembuatannya. Anda bisa menemukan retinol dalam banyak produk perawatan kulit yang dijual bebas, tetapi konsentrasinya bisa bervariasi dari satu produk ke produk lainnya. Oleh karena itu, retinol cenderung kurang efektif dibandingkan dengan retinoid.

Karena retinol umumnya lebih lemah dibandingkan jenis retinoid lainnya, kemungkinan efek samping, seperti kulit kering atau iritasi kulit menjadi lebih kecil.

Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), retinol umumnya digunakan untuk mengembalikan tekstur kulit, masalah hiperpigmentasi, warna kulit tidak merata, dan kulit yang menua.

Oleh karena itu, penting untuk dipahami produk retinol yang dijual bebas tidak diatur dengan cara yang sama seperti obat retinoid yang diresepkan. Selain itu, tidak ada satu pun konsentrasi retinol yang disepakati agar efektif. Konsentrasi retinol dalam suatu produk dapat berkisar dari 0,0015% hingga 1,0%.

Untuk memilih produk retinol, AAD juga merekomendasikan untuk memulai dengan formulasi yang terendah dan melihat apakah formulasi tersebut efektif, tanpa efek samping yang tidak diinginkan. Namun Anda juga harus mempertimbangkan untuk mendiskusikan dahulu tentang pilihan retinol dengan penyedia layanan kesehatan, terutama dokter kulit.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT