Razman Arif Nasution Minta Lolly Keluar dan Bicara Jujur
Senin, 10 Maret 2025 | 14:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengacara Razman Arif Nasution meminta Laura Meizani Mawardi atau akrab disapa Lolly, agar segera keluar dan menemuinya untuk berbicara secara jujur terkait kasus dugaan aborsi yang melibatkan Vadel Badjideh.
Hal ini disampaikan Razman sebagai peringatan kepada putri Nikita Mirzani tersebut, sebelum mereka mengambil langkah untuk melaporkan Lolly atas dugaan aborsi dan pemberian keterangan palsu.
"Saya meminta Lolly untuk keluar dan menemui saya, serta berbicara dengan jujur sebelum kami melaporkannya terkait dugaan aborsi dan pemberian keterangan palsu," ujar Razman Arif Nasution di Jakarta belum lama ini.
Razman juga menekankan, agar Lolly mau jujur mengenai keterangan yang diberikan saat proses berita acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Keterangan yang ia berikan sebelumnya telah menyebabkan mantan kekasihnya, Vadel Badjideh, harus mendekam di penjara.
"Jika kamu ingin jujur, masih ada kesempatan untuk berdiskusi. Jadi, tolong temui om," tegas Razman Arif Nasution.
Razman mengakui, perubahan keterangan yang dilakukan Lolly dalam BAP, yang akhirnya mengaku telah melakukan hubungan badan dengan Vadel hingga hamil dan memutuskan untuk melakukan aborsi, sangat berisiko bagi Lolly.
Menurut Razman, hal tersebut dapat menjadikannya sebagai tersangka dalam kasus tersebut lantaran dianggap memberikan keterangan palsu.
"Ayo kita bicara dengan tenang. Apa yang kamu lakukan dengan merubah BAP dan isinya sangat berbeda, bisa membuat kamu terjerat masalah hukum karena dianggap memberikan keterangan palsu. Jadi, ayo Lolly, mari kita bicara empat mata," tandas Razman Arif Nasution.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




