ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Valentine's Day: Ekspresi Kasih Sayang dan Pro-Kontra Budaya

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:00 WIB
AM
RA
Penulis: Aura Ramadhani Marsono | Editor: RP
Ilustrasi kado Hari Valentine.
Ilustrasi kado Hari Valentine. (Freepik/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Setiap tanggal 14 Februari pada setiap tahunnya, perayaan Hari Valentine kerap memicu perdebatan di Indonesia. Sebagian kalangan, terutama anak muda dan pelaku usaha, menyambut momentum ini sebagai ekspresi kasih sayang. Sementara itu, otoritas keagamaan dan kelompok tradisional umumnya menilai perayaan ini bertentangan dengan norma sosial dan budaya lokal.

Asal Usul Hari Valentine

Valentine’s Day berasal dari budaya Barat dan telah berkembang menjadi perayaan global. Bagi sebagian orang Indonesia, hari ini merupakan simbol globalisasi budaya. Namun, ada pula yang menilai perayaan ini tidak sesuai dengan nilai tradisional Indonesia dan berpotensi memengaruhi moral generasi muda.

ADVERTISEMENT

Dihimpun dari berbagai sumber, Jumat (13/2/2026), Valentine’s Day sendiri bukan berasal dari Indonesia. Tradisi ini berakar dari budaya Barat, meskipun ada latar belakang sejarah yang panjang dari Eropa yang kemudian berkembang menjadi hari kasih sayang global. 

Akar Debat, Budaya Lokal dan Budaya Asing

Pada dasarnya, banyak pihak di Indonesia memandang Valentine’s Day sebagai tradisi yang bukan berasal dari budaya Indonesia. Menurut Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Masyhuril Khamis, tradisi ini merupakan budaya Barat yang tidak tumbuh dari akar budaya Indonesia sehingga dipandang asing dan tidak sepenuhnya sesuai dengan tradisi setempat.

Perbedaan nilai ini menjadi alasan utama pro kontra yang muncul setiap tahun menjelang 14 Februari. Kelompok konservatif berpendapat bahwa merayakan Valentine’s Day artinya mengadopsi kebiasaan luar negeri yang tidak relevan dengan konteks budaya dan agama Indonesia.

Sebagian orang Indonesia melihat hari ini sebagai simbol globalisasi budaya, sementara yang lain menilai perayaan itu tak sesuai dengan nilai budaya Indonesia dan berpotensi mengikis moral generasi muda.

Larangan merayakan Valentine di sekolah dan imbauan tokoh agama yang menegaskan bahwa Valentine bukan bagian dari nilai tradisional Indonesia menjadi sorotan utama, membuat perayaan ini tetap memicu perdebatan di masyarakat.

Perspektif Agama, MUI dan Otoritas Keagamaan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara konsisten menyatakan perayaan Valentine haram bagi umat Islam karena berpotensi mendorong perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti hubungan di luar nikah. MUI menekankan, kasih sayang sebaiknya diungkapkan setiap hari, bukan hanya pada satu tanggal tertentu.

Kebijakan Daerah dan Larangan Sekolah

Debat Valentine juga merambah ranah kebijakan publik. Beberapa pemerintah daerah, termasuk di Bekasi, Bandung, dan Depok, pernah mengeluarkan surat edaran yang melarang siswa merayakan Valentine di sekolah. Langkah ini memicu kontroversi dan menjadi bahan perdebatan di DPRD setempat, menegaskan perayaan ini bukan sekadar masalah pribadi tetapi juga aspek sosial dan hukum.

Pandangan Generasi Muda

Mayoritas generasi muda Indonesia cenderung lebih terbuka terhadap perayaan Valentine. Mereka melihat hari ini sebagai kesempatan mengekspresikan kasih sayang, terlepas dari ajaran agama tertentu. Media sosial juga berperan besar dalam membentuk kebiasaan baru di kalangan kaum muda.

Aspek Ekonomi

Selain dimensi budaya dan agama, Valentine juga menjadi fenomena komersial. Berbagai usaha, termasuk retail, restoran, dan hotel, memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan penjualan. Hal ini menunjukkan Valentine telah menjadi bagian dari ekonomi masyarakat, terutama di kota besar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Heboh Kartu Valentine Gedung Putih: Dari Meme Maduro hingga Greenland

Heboh Kartu Valentine Gedung Putih: Dari Meme Maduro hingga Greenland

INTERNASIONAL
Valentine, Dinding Manado Pamerkan Karya Anak Putus Sekolah

Valentine, Dinding Manado Pamerkan Karya Anak Putus Sekolah

NUSANTARA
Hari Valentine, Sarwendah Ungkap Makna Kasih Sayang Terbesarnya

Hari Valentine, Sarwendah Ungkap Makna Kasih Sayang Terbesarnya

LIFESTYLE
Mawar Valentine di Tangsel Laris Manis, Stok Mulai Langka!

Mawar Valentine di Tangsel Laris Manis, Stok Mulai Langka!

BANTEN
Remaja-Orang Tua Buru Cokelat Valentine di Denpasar, Antrean Mengular!

Remaja-Orang Tua Buru Cokelat Valentine di Denpasar, Antrean Mengular!

BALI
50 Twibbon Hari Valentine 2026 yang Bikin Feed Medsos Makin Romantis

50 Twibbon Hari Valentine 2026 yang Bikin Feed Medsos Makin Romantis

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT