ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Smartwatch Ternyata Bisa Bantu Deteksi Dini Gangguan Irama Jantung

Sabtu, 14 Februari 2026 | 22:00 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Ilustrasi smartwatch.
Ilustrasi smartwatch. (Freepik.com/Tirachardz)

Jakarta, Beritasatu.com – Perangkat pendukung pemantauan kesehatan, seperti jam tangan pintar, bisa menjadi alat bantu deteksi awal gangguan irama jantung atau aritmia. Gangguan ini bersifat hilang timbul dan seringkali tidak disertai gejala.

Dokter spesilis jantung, dr Ardian Rizal, mengatakan aritmia kerap hilang timbul, sehingga tidak selalu terdeteksi dalam pemeriksaan rekam jantung singkat di fasilitas kesehatan.

"Masalah diagnosis aritmia itu sering datang dan pergi. Saat diperiksa bisa normal, padahal saat waktu lain muncul gangguan irama yang berbahaya," kata dr Ardian.

ADVERTISEMENT

Menurut dr Ardian, jam tangan pintar yang dilengkapi fitur pemantau detak jantung dapat menjadi sarana deteksi awal aritmia. Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, perangkat ini mampu merekam detak jantung secara berkelanjutan selama digunakan.

"Perangkat ini cukup peka sebagai skrining awal aritmia. Data rekaman berkelanjutan membantu menangkap kejadian yang tidak muncul saat pemeriksaan singkat," jelasnya, dilansir dari Antara, Sabtu (14/2/2026). 

Ia menambahkan, pemeriksaan rekam jantung di klinik kesehatan umumnya hanya merekam aktivitas listrik jantung dalam waktu singkat, sehingga tidak cukup untuk menangkap gangguan irama jantung yang muncul sewaktu-waktu. 

Gangguan ini bisa terdeteksi melalui pemantauan jantung selama 24 jam, tetapi metode tersebut tidak tersedia secara luas dan tidak selalu praktis untuk skrining massal.

Dokter Adrian yang juga pembuluh darah konsultan aritmia itu juga menegaskan, jam tangan pintar sudah direkomendasikan sebagai alat bantu deteksi awal gangguan irama jantung dalam panduan klinis. 

Namun, perlu diingat hasil pemantauan menggunakan jam tangan pintar tetap perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis lanjutan untuk menegakkan diagnosis dan menentukan terapi yang tepat bagi pasien. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

8 Smartwatch Murah dan Terbaik 2026 yang Diam-diam Jadi Favorit

8 Smartwatch Murah dan Terbaik 2026 yang Diam-diam Jadi Favorit

OTOTEKNO
Mulai 2026, Singapura Larang Pelajar Pakai Ponsel dan Smartwatch

Mulai 2026, Singapura Larang Pelajar Pakai Ponsel dan Smartwatch

INTERNASIONAL
Apple Watch Akhirnya Punya Fitur Saturasi Oksigen

Apple Watch Akhirnya Punya Fitur Saturasi Oksigen

OTOTEKNO
Siap Dipakai Segala Cuaca! Ini 8 Smartwatch Tahan Air mulai Rp 700.000

Siap Dipakai Segala Cuaca! Ini 8 Smartwatch Tahan Air mulai Rp 700.000

OTOTEKNO
8 Smartwatch dengan GPS Terbaik 2025, Teman Lari Antinyasar!

8 Smartwatch dengan GPS Terbaik 2025, Teman Lari Antinyasar!

OTOTEKNO
8 Smartwatch Daya Baterai Lama Terbaik 2025 mulai Rp 400.000

8 Smartwatch Daya Baterai Lama Terbaik 2025 mulai Rp 400.000

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT