El Nino Godzilla Mengancam, Kenali Penyakit dan Cara Mencegahnya
Selasa, 14 April 2026 | 16:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Fenomena El Nino "Godzilla" yang berpotensi melanda Indonesia mulai pertengahan 2026 tidak hanya berkaitan dengan suhu panas atau kekeringan. Dampaknya jauh lebih luas dan langsung menyentuh kesehatan masyarakat dalam skala besar.
Mulai dari gangguan pernapasan, lonjakan kasus demam berdarah, hingga penyakit akibat air tercemar diperkirakan meningkat seiring intensitas El Nino yang diprediksi berlangsung lebih lama dari biasanya.
Peluang terjadinya El Nino pada semester kedua 2026 berada di kisaran 50% hingga 80% dengan intensitas lemah hingga moderat. Meski kemungkinan El Nino kategori sangat kuat masih di bawah 20%, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena musim kemarau diperkirakan datang lebih cepat dan berlangsung lebih panjang.
Pada tingkat global, World Health Organization (WHO) telah lama mengingatkan bahwa El Nino membawa dampak berlapis terhadap kesehatan manusia, mulai dari peningkatan penyakit menular, malnutrisi, hingga tekanan terhadap sistem layanan kesehatan.
Apa Itu El Nino Godzilla?
Istilah El Nino Godzilla bukan merupakan terminologi ilmiah resmi. Istilah ini dipopulerkan oleh Bill Patzert untuk menggambarkan El Nino dengan intensitas ekstrem yang mampu memicu berbagai bencana di banyak wilayah dunia.
Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami peningkatan signifikan di atas normal.
Bagi Indonesia, dampak langsungnya adalah pergeseran zona pembentukan awan dan hujan menjauh dari wilayah Nusantara. Curah hujan menurun drastis, musim kemarau memanjang, dan suhu udara meningkat.
Kualitas Udara Memburuk dan Risiko Pernapasan
Salah satu dampak paling cepat terasa dari El Nino Godzilla adalah penurunan kualitas udara. Minimnya curah hujan membuat proses pembersihan alami polutan oleh hujan berkurang drastis.
Situasi ini semakin memburuk dengan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Asap dari kebakaran, terutama di lahan gambut, dapat menyebar hingga ratusan kilometer dan bertahan dalam waktu lama.
Paparan udara kering dan polusi secara terus-menerus dapat memicu atau memperparah berbagai gangguan kesehatan seperti asma, bronkitis, sinusitis, mimisan, hingga dehidrasi.
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman utama, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan penyakit kronis. WHO juga menjelaskan panas ekstrem dapat memperburuk kondisi kardiovaskular, gangguan pernapasan, diabetes, hingga meningkatkan risiko cedera ginjal akut.
Peningkatan Kasus DBD dan Penyakit Vektor
Perubahan suhu akibat El Nino Godzilla turut memengaruhi siklus hidup nyamuk. Suhu yang lebih tinggi mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti dari telur hingga dewasa.
Kondisi ini meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, malaria juga termasuk dalam penyakit yang berpotensi meningkat selama periode El Nino.
Perubahan iklim yang terjadi menunjukkan keterkaitan langsung antara kondisi lingkungan dan penyebaran penyakit berbasis vektor, menjadikan pengendalian penyakit ini semakin kompleks.
Krisis Air dan Penyakit dari Sumber Tercemar
Kekeringan akibat El Nino Godzilla tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga kualitasnya. Sumber air yang terbatas berisiko tinggi tercemar dan memicu berbagai penyakit.
Penyakit, seperti diare, tifoid, kolera, dan leptospirosis berpotensi meningkat. Diare dan kolera disebabkan oleh bakteri yang berkembang di air tercemar, sementara leptospirosis menyebar melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan pengerat.
Kondisi ini semakin berbahaya ketika masyarakat terpaksa menggunakan sumber air yang tidak terjamin kebersihannya. Laporan dari Geneva Solutions, dikutip dari WHO yang memperingatkan risiko penyakit berbasis air seperti kolera dapat meningkat tajam, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.
Anak-anak Menjadi Kelompok Paling Rentan
Di antara seluruh kelompok masyarakat, anak-anak menghadapi risiko paling besar selama El Nino Godzilla. Suhu ekstrem membuat tubuh anak lebih cepat mengalami kelelahan karena harus bekerja lebih keras menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Ketika kondisi tubuh melemah, risiko infeksi meningkat. Di sisi lain, ancaman malnutrisi juga meningkat, terutama bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Gangguan pada sektor pertanian akibat kekeringan dapat memperburuk ketahanan pangan. Geneva Solutions menyebutkan lebih dari 153 juta orang di dunia sudah menghadapi kerawanan pangan tinggi sebelum El Nino terakhir, dan jumlah ini berpotensi meningkat selama periode El Nino berikutnya.
Upaya Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Menghadapi ancaman El Nino Godzilla, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah sederhana namun penting. Pemantauan kualitas udara menjadi hal utama, terutama untuk mengurangi aktivitas luar ruangan saat polusi tinggi.
Penggunaan masker saat kualitas udara memburuk juga direkomendasikan. Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Lingkungan perlu dijaga tetap bersih dengan menghindari genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk. Ketersediaan air minum yang aman juga harus diperhatikan untuk mencegah penyakit berbasis air.
Pada tingkat global, WHO terus memperkuat kapasitas negara dalam merespons dampak El Nino melalui penguatan sistem surveilans penyakit dan pengembangan sistem peringatan dini cuaca ekstrem. Langkah ini bertujuan memastikan kesiapan menghadapi potensi lonjakan penyakit dapat dilakukan jauh sebelum puncak El Nino terjadi.
Fenomena El Nino Godzilla tidak hanya berdampak pada cuaca, tetapi juga membawa ancaman serius terhadap kesehatan dan ketahanan pangan. Dari gangguan pernapasan, peningkatan penyakit menular, hingga krisis air bersih, seluruh dampak tersebut saling berkaitan dan berpotensi memicu krisis kesehatan yang lebih luas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




