ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wabah Ebola di Kongo Tembus 896 Kasus, WHO: Level Serius

Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:18 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Wabah Ebola di Kongo.
Wabah Ebola di Kongo. (AP Photo/Moses Sawasawa)

Kongo, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah ebola di Republik Demokratik Kongo masih berada pada level situasi kondisi serius, mengingat angka kasus telah menyentuh 896 kasus dan terus berkembang, meski sudah satu bulan sejak status wabah diumumkan.

Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dari Jenewa pada Jumat (19/6/2026), Pejabat WHO untuk kawasan Afrika, Marie-Roseline Belizaire, mengungkapkan, hingga saat ini telah tercatat 896 kasus ebola yang terkonfirmasi dengan 232 angka kematian. Kasus-kasus tersebut tersebar di 33 zona kesehatan yang berada di tiga provinsi di Republik Demokratik Kongo, mengutip Anadolu Agency, Sabtu (20/6/2026). 

"Kasus terus dilaporkan di berbagai wilayah, ini menggarisbawahi perlunya mempertahankan dan mempercepat upaya respons," kata Belizaire.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, WHO mencatat adanya perkembangan positif di negara tetangga, Uganda. Menurut catatan WHO, Uganda tidak melaporkan kasus ebola baru dalam 12 hari terakhir, yang menjadi capaian penting dalam upaya mencegah penyebaran penyakit lintas batas.

Selain itu, WHO juga mencatat adanya peningkatan jumlah pasien yang berhasil sembuh. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 78 orang telah pulih dari infeksi virus ebola.

"Kesembuhan mereka adalah pengingat kuat bahwa diagnosis tepat waktu dan akses ke perawatan berkualitas menyelamatkan nyawa," tegas Belizaire.

Untuk mendukung penanganan wabah, WHO telah mengerahkan lebih dari 115 tenaga ahli ke berbagai provinsi dan zona kesehatan yang terdampak. Selain itu, lebih dari 110 ton metrik bantuan logistik dan pasokan darurat telah dikirimkan untuk memperkuat operasi penanggulangan wabah di lapangan.

Namun, WHO mengingatkan kebutuhan operasional terus meningkat seiring meluasnya wabah. Sejumlah tantangan masih dihadapi, termasuk keterbatasan akses ke beberapa wilayah berisiko tinggi, kesenjangan dalam pelacakan kontak, serta masih ditemukannya kasus kematian di masyarakat yang belum terdeteksi lebih awal.

Sejumlah rantai penularan kemungkinan masih berlangsung di luar jangkauan tim penanggulangan, terutama di komunitas yang terdampak pengungsian karena wilayah-wilayah tersebut, kebutuhan kemanusiaan dan kesehatan masih jauh lebih besar dibandingkan sumber daya yang tersedia.

"Kita tahu apa yang berhasil untuk menghentikan penularan ebola. Tugas kita bersama adalah terus menerapkan langkah-langkah tersebut dengan kecepatan dan skala yang dibutuhkan untuk mengendalikan wabah ini,” pungkas Belizaire. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

WHO Desak Negara Segera Cabut Larangan Perjalanan Terkait Ebola

WHO Desak Negara Segera Cabut Larangan Perjalanan Terkait Ebola

INTERNASIONAL
Darurat Ebola di Kongo, China Bantu Kirim Tim Ahli Medis Khusus

Darurat Ebola di Kongo, China Bantu Kirim Tim Ahli Medis Khusus

INTERNASIONAL
Fatalitas Tinggi, WHO: Tingkat Kematian Akibat Ebola Bisa 50 Persen

Fatalitas Tinggi, WHO: Tingkat Kematian Akibat Ebola Bisa 50 Persen

LIFESTYLE
Konflik Bersenjata di Kongo Buat Wabah Ebola Mengganas

Konflik Bersenjata di Kongo Buat Wabah Ebola Mengganas

LIFESTYLE
Jelang Piala Dunia, Meksiko Perketat Pengawasan Kesehatan Siaga Ebola

Jelang Piala Dunia, Meksiko Perketat Pengawasan Kesehatan Siaga Ebola

INTERNASIONAL
Daftar 10 Negara di Afrika yang Berisiko Terjangkit Wabah Ebola

Daftar 10 Negara di Afrika yang Berisiko Terjangkit Wabah Ebola

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon