PPATK Sudah Lama Mendeteksi Transaksi Mencurigakan Rafael Alun Trisambodo
Jumat, 24 Februari 2023 | 16:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sudah lama mendeteksi adanya transaksi mencurigakan terkait pejabat pajak, Rafael Alun Trisambodo. PPATK pun sudah menganalisa transaksi mecurigakan Rafael yang merupakan ayah dari Mario Dandy Satrio, tersangka kasus penganiayaan David Ozora.
Bahkan, PPATK sudah menyampaikan hasil analisa atas transaksi mencurigakan tersebut kepada KPK, Kejaksaan Agung, dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Itjen Kemenkeu).
"Iya, kami sudah menyerahkan hasil analisis ke penyidik jauh sebelum ada kasus terakhir (penganiayaan) ini. Semua sudah ada di KPK, Kejaksaan Agung dan Itjen Kemenkeu," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada Beritasatu.com, Jumat (24/2/2023).
Ivan mengungkapkan, sejauh ini belum ada informasi dari penyidik baik di KPK maupun Kejagung mengenai tindak lanjut atas hasil analisa terhadap transaksi mencurigakan Rafael. Ivan tidak dapat memerinci nominal dan bentuk transaksi mencurigakan Rafael. Ivan meminta hal itu dikonfirmasi kepada penyidik.
"Tanya penyidik ya," katanya.
Rafael Alun Trisambodo dicopot dari jabatannya sebagai pejabat pajak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani karena diduga memiliki kekayaan yang tidak wajar. Nama Rafael mencuat setelah kasus penganiayaan yang dilakukan anaknya, Mario Dandy Satriyo terhadap David Ozora.
Mario kerap pamer kekayaan di media sosial dan ternyata Rafael memiliki harta jumbo.
"Jajaran Kementerian Keuangan yang memiliki gaya hidup mewah menimbulkan persepsi negatif dan erosi kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Keuangan, dalam ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP)," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (24/2/2023).
Menurut laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK, kekayaan Rafael Alun sebesar Rp 56 miliar tetapi diduga lebih dari itu karena beberapa aset yang tidak dilaporkan atau dilaporkan lebih rendah dari nilai sebenarnya.
Misalnya Jeep Rubicon yang dipamerkan Mario ternyata tidak tercantum dalam LHKPN. Demikian juga dengan sejumlah aset yang nilainya tidak sesuai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




