ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inovasi ICT Jadi Solusi BPJS Kesehatan Atasi Masalah Antrean Lama di Faskes

Kamis, 7 Maret 2024 | 11:02 WIB
MP
R
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: RZL
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, pada Rabu, 6 Maret 2024.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, pada Rabu, 6 Maret 2024. (Beritasatu.com)

Badung, Beritasatu.com - Antrean panjang menjadi salah satu hambatan utama bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Peserta JKN seringkali harus menunggu antrean hingga enam jam di fasilitas kesehatan.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, BPJS Kesehatan menghadirkan inovasi melalui pengembangan information and communication technology (ICT) dengan meluncurkan sistem antrean online di aplikasi Mobile JKN. Hasilnya, waktu tunggu peserta dapat dipangkas menjadi 2,5 jam.

"Kami telah memperkenalkan sistem antrean online, meskipun belum semua masyarakat melek digital," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, pada Rabu (6/3/2024).

ADVERTISEMENT

Ali Ghufron menekankan perlunya perubahan tidak hanya dalam mindset dan keterampilan, tetapi juga dalam budaya. Sebagai contoh, ketika berkunjung ke puskesmas di Kulonprogo, Yogyakarta, ia menemukan sejumlah peserta yang tetap datang secara fisik meskipun sudah melakukan antrean online.

"Saat ditanya, 'Mengapa datang begitu pagi?', mereka khawatir jika giliran mereka diambil oleh orang lain," cerita Ali Ghufron.

Meskipun telah ada perubahan sistem, masih ada peserta yang terpaku pada budaya takut kehilangan giliran. Ali Ghufron menyoroti tantangan ini tidak hanya terjadi di masyarakat desa, tetapi juga melibatkan kelompok usia 60 tahun ke atas.

"Pemahaman terhadap hal-hal baru membutuhkan waktu dan upaya. Sementara solusinya bisa melibatkan keluarga, kenyataannya tidak semua memiliki dukungan, terutama bagi yang usianya sudah lanjut," tambahnya.

Ali Ghufron menyebutkan penggunaan aplikasi Mobile JKN terus meningkat, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Saat ini, jumlah pengguna telah mencapai 34 juta orang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

21 Penyakit dan Layanan Tak Ditanggung BPJS Kesehatan mulai Mei 2026

21 Penyakit dan Layanan Tak Ditanggung BPJS Kesehatan mulai Mei 2026

NASIONAL
Prabowo Teken Perpres Ojol, Potongan 20 Persen Dihapus

Prabowo Teken Perpres Ojol, Potongan 20 Persen Dihapus

EKONOMI
Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

NUSANTARA
BPJS Kesehatan Anugerahkan Gelar Duta Kehormatan kepada Raffi Ahmad

BPJS Kesehatan Anugerahkan Gelar Duta Kehormatan kepada Raffi Ahmad

LIFESTYLE
Gibran Pastikan Fasilitas Kesehatan Papua Barat Daya Semakin Memadai

Gibran Pastikan Fasilitas Kesehatan Papua Barat Daya Semakin Memadai

NASIONAL
Berobat BPJS Wajib lewat Mobile JKN? Begini Faktanya

Berobat BPJS Wajib lewat Mobile JKN? Begini Faktanya

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon