ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penjelasan Al-Qur'an dan Hadis Mengenai Kapan Ruh Ditiupkan ke Manusia

Rabu, 15 Januari 2025 | 08:41 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Ilustrasi ruh ditiupkan ke janin
Ilustrasi ruh ditiupkan ke janin (Freepik/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam Islam, konsep tentang waktu saat ruh ditiupkan ke janin telah menjadi topik diskusi yang mendalam di kalangan ulama dan cendekiawan agama. Pemahaman tentang kapan ruh mulai menghuni janin memberikan wawasan penting tentang perlindungan kehidupan manusia yang dianggap dimulai sejak pembuahan.

Lantas, kapan sebenarnya ruh ditiupkan ke manusia? Berikut ulasannya berdasar pada Al-Qur’an dan hadis.

Kapan Janin Ditiupkan Ruh Menurut Islam?

Ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim, fase awal kehidupan baru dimulai. Dari titik ini, embrio mulai berkembang dan mengalami serangkaian transformasi kompleks yang menjadi dasar dari kehidupan manusia. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kehidupan dimulai sejak terjadinya pembuahan.

ADVERTISEMENT

Menurut Dr Draion Burch, seorang dokter spesialis kandungan di Magee Women's Hospital, University of Pittsburgh Medical Center, proses kehamilan adalah perjalanan panjang yang dimulai dari pembuahan hingga kelahiran.

Tahapan Perkembangan Janin dari Zigot hingga Janin

Secara umum, kehamilan berlangsung selama 40 minggu dan mencakup tiga tahap perkembangan utama, yakni: tahap zigot, embrio, dan janin. Mengutip dari Very Well Mind, berikut adalah detail dari setiap tahap:

  • Fase zigot: Dimulai ketika sperma dan sel telur bersatu di saluran tuba. Zigot, atau sel telur yang telah dibuahi, memulai pembelahan sel dan bergerak menuju rahim. 
  • Fase embrio: Dalam tahap ini, zigot berkembang menjadi embrio. Proses pembentukan organ dimulai, kecuali organ intim. Struktur dasar otak dan sistem saraf pusat terbentuk pada tahap ini.
  • Fase janin: Setelah tahap embrio selesai, perkembangan janin dimulai pada sekitar minggu kesembilan kehamilan. Pada tahap ini, otak dan struktur lainnya mengalami perkembangan signifikan yang berlangsung hingga saat persalinan.

Konsep Momen Ruh Ditiupkan dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an memberikan penjelasan tentang proses penciptaan manusia dalam Surah Al-Mu'minun (23:12-14):

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِّن طِينٍۖ

Wa laqad khalaqnal-insaana min sulaalatin min teen.

Artinya: "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (yang berasal) dari tanah." (QS Al-Mu'minun:12).

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍۖ

Thumma ja'alnaahu nutfatan fee qaraarin makeen.

Artinya: "Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)." (QS Al-Mu'minun: 13).

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Thumma khalaqnan nutfata 'alaqatan fakhalaqnal 'alaqata mudghatan fakhalaqnal mudghata 'izhaaman fakasawnal 'izaama lahman thumma anshaanaahu khalqan aakhara fatabaarakallaahu ahsanul khaaliqeen.

Artinya: "Kemudian Kami menjadikan air mani itu sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik." (QS Al-Mu'minun: 14).

Ayat-ayat ini menjelaskan tahapan penciptaan manusia secara bertahap. Meskipun tidak ada pernyataan eksplisit tentang kapan ruh ditiupkan ke janin, banyak ulama meyakini bahwa hal ini terjadi pada usia kehamilan tertentu berdasarkan hadis.

Hadis Tentang Peniupan Ruh

Salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud menyebutkan:

Artinya: “Sesungguhnya penciptaan kalian dikumpulkan dalam rahim ibu selama empat puluh hari berupa nutfah (sperma), kemudian menjadi alaqah (segumpal darah) selama itu pula, lalu menjadi mudhghah (segumpal daging) selama itu pula. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan mencatat empat perkara: rezeki, ajal, amal, dan nasib bahagia atau sengsara.” (HR Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadis ini, banyak ulama berpendapat bahwa ruh ditiupkan ke dalam janin pada usia 120 hari atau empat bulan.

Dalam Islam, peniupan ruh ke janin adalah momen penting yang dipahami terjadi pada usia kehamilan sekitar 120 hari berdasarkan hadis Nabi. Pemahaman ini menegaskan penghormatan terhadap kehidupan sejak awal penciptaannya dan menjadi pedoman dalam berbagai isu etika dan spiritual.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

7 Fakta Menarik Nuzulul Quran yang Diperingati Setiap 17 Ramadan

7 Fakta Menarik Nuzulul Quran yang Diperingati Setiap 17 Ramadan

NASIONAL
Sinar Mas Wakafkan 1.000 Al-Qur'an ke Muhammadiyah

Sinar Mas Wakafkan 1.000 Al-Qur'an ke Muhammadiyah

NASIONAL
YMSM Gandeng TNI AL Bagikan Al-Qur'an ke Pulau Terluar

YMSM Gandeng TNI AL Bagikan Al-Qur'an ke Pulau Terluar

NASIONAL
Ramadan Perdana, Ruben Onsu Target Lancar Baca Al-Qur'an

Ramadan Perdana, Ruben Onsu Target Lancar Baca Al-Qur'an

LIFESTYLE
Cerita di Balik Penulisan Al-Qur’an Raksasa oleh Ulama Cilegon

Cerita di Balik Penulisan Al-Qur’an Raksasa oleh Ulama Cilegon

NASIONAL
Kemenag Tekankan Literasi Al-Qur'an lewat Media Digital

Kemenag Tekankan Literasi Al-Qur'an lewat Media Digital

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT