ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengenal Rumah Pendidikan, Gabungan 986 Aplikasi Layanan untuk Guru dan Siswa

Jumat, 24 Januari 2025 | 10:34 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Aplikasi Rumah Pendidikan.
Aplikasi Rumah Pendidikan. (Beritasatu.com/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan peningkatan efektivitas pelayanan dengan menggabungkan 986 aplikasi menjadi satu aplikasi super (superapps) Rumah Pendidikan.

Rumah Pendidikan yang telah diluncurkan cetak biru atau versi betanya ini tidak hanya berfokus pada guru dan tenaga kependidikan, namun seluruh pemangku kepentingan pendidikan Indonesia. 

Aplikasi tersebut dapat diakses melalui laman rumah.pendidikan.go.id atau diunduh melalui aplikasi Android di PlayStore.

ADVERTISEMENT

"Ini hanyalah awal, penyempurnaan akan terus dilanjutkan di dalam beberapa tahun ke depan untuk terus memberikan layanan yang menjawab kebutuhan para pelaku pendidikan di Indonesia," kata Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen Yudistira Nugraha dikutip dari Antara, Jumat (24/1/2025).

Yudistira mengatakan Rumah Pendidikan akan terus disempurnakan dengan peningkatan kualitas layanan digital, infrastruktur, dan kolaborasi antardirektorat di Kemendikdasmen untuk memastikan kebermanfaatan aplikasi ini secara berkelanjutan.

Ia memaparkan aplikasi Rumah Pendidikan memberikan kemudahan akses layanan, termasuk bagi para guru, kepala sekolah, operator sekolah, Dinas Pendidikan, dan aktor pendidikan lainnya tidak lagi harus mengakses berbagai aplikasi berbeda.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban administratif, sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat lebih fokus pada proses belajar mengajar.

"Dalam hal efisiensi anggaran, dengan konsolidasi pengembangan teknologi yang lebih terpusat, mulai dari level kementerian pusat hingga Dinas Pendidikan daerah, Rumah Pendidikan diharapkan mampu menghemat lebih dari 60% biaya pengembangan teknologi pendidikan," ujarnya.

Selain itu, aplikasi yang terintegrasi memungkinkan pelaksanaan kegiatan seperti pelatihan, pengembangan kompetensi, dan perencanaan perbaikan sekolah dilakukan secara lebih efisien, mengurangi beban administratif, serta mendukung kolaborasi lintas pemangku kepentingan secara optimal.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti menyatakan pemerintah mengundang guru, kepala sekolah, Dinas Pendidikan, mitra teknologi, dan masyarakat, untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan digital melalui Rumah Pendidikan.

"Semoga transformasi ini menjadi tonggak penting menuju sistem pendidikan yang inovatif dan mendukung program Asta Cita demi tercapainya visi Indonesia Emas 2045," ucap Suharti.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT