95 Anggota DPD Diduga Terima Suap Pemilihan Ketua Diserahkan ke KPK
Jumat, 7 Maret 2025 | 17:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Mantan staf Dewan Perwakilan Daerah (DPD), M Fithrat Irfan, menyerahkan daftar 95 nama anggota DPD yang diduga terlibat dalam suap pemilihan Ketua DPD periode 2024-2029 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Irfan mengaku telah melaporkan dugaan suap ini sebelumnya dan kembali mendatangi KPK untuk melengkapi bukti-bukti.
"Saya kembali ke gedung KPK untuk melengkapi data terkait 95 orang yang diduga terlibat dalam pemilihan pimpinan ketua DPD dan wakil ketua MPR unsur DPD," kata Irfan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Irfan mengungkapkan nama-nama tersebut diduga menerima aliran suap dalam proses pemilihan ketua DPD dan wakil ketua MPR dari unsur DPD. Selain daftar penerima, ia juga menyerahkan nama-nama pihak yang diduga menjadi pemberi suap serta bukti percakapan terkait transaksi tersebut.
"Saya sudah menyerahkan nama-nama pihak yang terindikasi menerima aliran suap beserta bukti percakapan terkait," ujarnya.
Menurutnya, kedatangannya kali ini merupakan permintaan dari KPK untuk menyerahkan data lebih lanjut.
Irfan juga mengungkapkan dugaan keterlibatan politikus Partai Nasdem, Ahmad Ali (AA) dalam kasus ini. Ali diduga menjadi penyedia dana dalam pemilihan wakil ketua MPR dari unsur DPD.
"Saya menyebutkan nama eks Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, yang diduga sebagai penyedia dana untuk pemilihan wakil ketua MPR," ujar Irfan.
Menurutnya, dana tersebut disiapkan untuk membantu anak seorang pejabat di Kementerian Hukum agar bisa mendapatkan posisi strategis sebagai Wakil Ketua MPR. Irfan menilai bahwa Ahmad Ali memiliki kepentingan politik karena berasal dari daerah yang sama dengan anak pejabat tersebut.
"Selain berasal dari daerah yang sama, yakni Sulawesi Tengah, hubungan keluarga dengan pejabat Kementerian Hukum juga menjadi faktor kepentingan," ungkapnya.
Sebelumnya, Irfan telah melaporkan kasus ini ke KPK dengan dugaan aliran uang ke sekitar 95 anggota DPD dari total 152 anggota. Laporan itu juga mencantumkan dugaan keterlibatan seorang senator asal Sulawesi Tengah berinisial RAA, yang disebut sebagai mantan atasannya.
"Saya melaporkan anggota DPD asal Sulawesi Tengah berinisial RAA yang diduga menerima suap dalam pemilihan ketua DPD dan wakil ketua MPR dari unsur DPD," ujar Irfan dalam laporannya pada Selasa (18/2/2025).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




