Warga Surabaya dan Bekasi Kompak Halau Perusuh, Perusak, dan Penjarah
Senin, 1 September 2025 | 00:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Aksi massa yang destruktif dari kelompok-kelompok tidak dikenal mulai mendapatkan penolakan kuat dari masyarakat. Aksi yang berujung pada pembakaran dan pengerusakan fasilitas umum dan tempat pribadi tersebut mulai dicegah oleh masyarakat.
Hal itu terlihat pada unggahan akun Instagram @ini_surabaya dan @jaticempaka24jam yang dipantau Beritasatu.com, Minggu (1/9/2025) dini hari WIB. Di kedua akun Instagram tersebut terlihat sekelompok massa tidak dikenal yang berusaha masuk ke wilayah masyarakat dan mencoba melakukan upaya-upaya yang tidak diinginkan.
Di akun Instagram @ini_surabaya kelompok massa tidak dikenal itu berupaya masuk ke wilayah Wonokromo. Begitu juga di akun Instagram @jaticempaka24jam, sekelompok massa tidak dikenal mencoba masuk ke wilayah perumahan Summarecon Bekasi.
Di Wonokromo, Surabaya, warga terlihat kompak menjaga fasilitas umum agar tidak menjadi sasaran amukan massa. Mulai dari taman kota, pos polisi, hingga lampu penerangan jalan, semuanya dijaga ketat. Warga bersiaga dengan piket bergantian, membuat barikade manusia, dan menghalau provokator yang mencoba memicu kericuhan.
“Aset ini milik kita semua, jangan sampai hancur gara-gara ulah segelintir orang,” ungkap seorang warga yang ikut menjaga kawasan mereka.
Sementara itu, di Bekasi, warga perumahan Summarecon juga bersiap menghadapi potensi kerusuhan. Minggu malam (31/8/2025) sekitar pukul 21.00 WIB, warganet melaporkan adanya massa yang mencoba masuk ke komplek. Warga langsung bersatu menghalau mereka. “Tetap jaga kekompakan, bapak-bapak,” tulis salah satu netizen.
Komentar lainnya menekankan bahwa aksi anarkis yang masuk ke pemukiman bukan tujuan demonstrasi dan bisa berakibat pidana.
Kedua peristiwa ini menegaskan bahwa di tengah situasi sosial yang memanas, masyarakat bisa mengambil peran aktif menjaga keamanan lingkungan. Solidaritas dan kesadaran warga Surabaya dan Bekasi membuktikan bahwa kekompakan dapat menjadi benteng menghadapi aksi perusuh, perusak, dan penjarah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




