1 Tahun Prabowo: Swasembada Pangan-Energi Melesat, SDM Panen Apresiasi
Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menandai kemajuan signifikan pada tiga sektor prioritas, yaitu swasembada pangan, swasembada energi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM). Sejumlah kebijakan strategis mulai menunjukkan hasil konkret di lapangan.
Pada sektor pangan, produksi beras dan jagung meningkat berkat perbaikan irigasi, penggunaan benih unggul, serta penataan tata niaga yang lebih efisien. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan, stok pangan nasional dalam kondisi aman, dengan harga di tingkat petani yang lebih adil.
“Panen berderet di banyak sentra, stok terjaga, dan kesejahteraan petani meningkat karena rantai pasok dipangkas,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
Penguatan kelembagaan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih turut berperan dalam menekan biaya logistik dan memperkuat daya saing produk pertanian nasional.
Pada sektor energi, strategi menuju kemandirian energi nasional dilakukan lewat peningkatan produksi hulu, revitalisasi kilang, dan percepatan bioenergi. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan, kebijakan mandatori biodiesel bukan hanya menekan impor, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat.
“Biodiesel jadi mesin penghematan devisa dan pengungkit ekonomi rakyat, dari kebun sawit hingga transportasi,” jelasnya.
Sinergi antara BUMN energi dan swasta turut memastikan pasokan energi tetap stabil di tengah gejolak global.
Program makan bergizi gratis (MBG) dan cek kesehatan gratis (CKG) menjadi simbol nyata perhatian pemerintah pada kualitas SDM. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menuturkan, MBG menjangkau jutaan penerima manfaat dengan menu bernutrisi tinggi.
“Program MBG meningkatkan gizi anak-anak dan memberdayakan UMKM lokal, petani, hingga pedagang,” katanya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti dampak besar CKG terhadap pencegahan penyakit. “CKG mempercepat deteksi dini dan menurunkan beban biaya kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
Sinergi antarprogram bidang pangan, energi, dan SDM membentuk kerangka pembangunan inklusif yang menopang visi Indonesia Emas 2045. Melalui tata kelola yang efisien dan kolaborasi pusat-daerah, pemerintah menegaskan komitmen melanjutkan pembangunan berkelanjutan dengan orientasi hasil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




