Prabowo Tegaskan Komitmen Sempurnakan Program MBG
Minggu, 19 Oktober 2025 | 05:47 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas sekaligus menyempurnakan program makan bergizi gratis (MBG). Hal itu disampaikan dalam pidatonya pada sidang senat terbuka pengukuhan mahasiswa baru dan wisuda sarjana dies natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Kota Bandung, Sabtu (18/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan, MBG telah menjangkau lebih dari 36,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Program MBG yang sedang dijalankan Indonesia ini menjadi perhatian dunia. Saat kita memulainya, baru 77 negara yang memiliki program serupa,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan, program ini melibatkan 12.205 dapur umum yang tersebar di berbagai daerah. Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang, sementara rantai pasok di tingkat desa juga tumbuh pesat melalui kerja sama dengan sekitar 15 pemasok bahan pangan.
Inisiatif ini membuka lapangan kerja baru bagi petani dan pekerja lokal, memperkuat ekonomi desa, dan memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi.
Meski demikian, Prabowo mengakui pelaksanaan program MBG ini belum sepenuhnya sempurna. Ia menyinggung adanya beberapa ribu anak yang sempat mengalami keracunan makanan.
“Memang program ini tidak sempurna. Sampai sekarang ada beberapa ribu anak yang sakit perut, tetapi yang dibesarkan justru kasus itu, seolah-olah program ini harus dihentikan. Padahal, dari 36,2 juta penerima manfaat, jumlah itu hanya 0,0007% dari 1,4 miliar porsi yang disalurkan. Artinya, 99,99% program MBG berhasil,” tegas Prabowo.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menjelaskan, kasus keracunan di beberapa daerah terjadi akibat kesalahan teknis, bukan karena unsur kesengajaan atau bahan pangan fiktif.
“Kesalahan teknis itu misalnya waktu memasak yang tidak sesuai. Harusnya dimasak pukul 01.00 pagi untuk disajikan pukul 09.00 pagi, tetapi dilakukan terlalu cepat, sehingga bahan menjadi kurang baik,” ungkap Dadan.
Ia menambahkan, sebanyak 106 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sempat ditutup sementara untuk evaluasi dan pembenahan.
Pemerintah kini terus berupaya mencapai zero error dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari peningkatan standar kebersihan dapur, pengawasan kualitas bahan pangan, hingga edukasi higienitas kepada siswa dan tenaga dapur.
Dengan evaluasi berkelanjutan dan sistem pengawasan yang lebih ketat, pemerintah menargetkan program MBG ini menjadi salah satu kebijakan unggulan dalam meningkatkan gizi anak Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




