Prabowo Sering Dapat Laporan tentang Ketidakadilan Penegakan Hukum
Senin, 20 Oktober 2025 | 16:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya sering mendapatkan aduan dari masyarakat melalui media sosial (medsos) tentang ketidakadilan dalam penegakan hukum di Indonesia.
Menurut Prabowo, perkembangan teknologi membuat masyarakat kini lebih mudah mengadukan hal-hal yang dirasakan tidak adil, termasuk langsung kepada kepala negara.
"Kalau ada apa-apa mereka punya gadget. Yang repot laporannya selalu langsung ke presiden, itu yang capek itu. 'Pak Prabowo begini', waduh, saya harus bereaksi karena itu rakyat kita, rakyat saya," ujar Prabowo di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).
Hal itu disampaikan Prabowo seusai melihat penyerahan uang pengganti kerugian negara senilai Rp 13,25 triliun akibat korupsi ekspor minyak goreng curah (CPO) dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan.
Prabowo mengingatkan penegak hukum, terutama kepolisian dan kejaksaan untuk berhati-hati dalam bertindak agar tidak menimbulkan kecaman dari masyarakat luas. Prabowo menekankan proses hukum yang melibatkan orang kecil harus menggunakan empati dan hati nurani.
Presiden mengaku kerap menerima laporan dari berbagai daerah tentang praktik-praktik kurang tepat yang dilakukan oleh jaksa maupun polisi kepada masyarakat kecil. Misalnya kasus anak kecil yang mencuri ayam dan ibu yang ditangkap karena mencuri pohon.
Meski kasus-kasus itu disebutnya sudah tak lagi terjadi, ia tetap mengingatkan agar hakim, jaksa, maupun polisi untuk mengoreksi diri dan menghindari praktik yang menzalimi rakyat kecil yang tidak punya berdaya menghadapi tekanan aparat.
Sebagai langkah solusi, presiden menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk mengambil berbagai langkah alternatif, ketimbang membuat beban tambahan bagi warga yang sudah hidup dalam kesulitan.
"Kalau perlu si hakim, si jaksa, atau si polisi pakai uangnya sendiri ganti ayamnya, anaknya dibantu. Anak itu saya ingat saya panggil tuh ke Hambalang saya kasih beasiswa," ucap Prabowo
Dalam konteks penegakan hukum terhadap pelaku yang lebih kuat, Prabowo menegaskan bahwa aparat tetap harus bertindak tegas apabila terdapat pelanggaran oleh pihak-pihak berkekuatan besar.
Presiden menekankan, negara harus lebih kuat dari kelompok yang melanggar hukum dan proses hukum harus berjalan tanpa pengecualian, dengan menjunjung asas keadilan.
Pernyataan ini Prabowo tegaskan sebagai pengingat keras agar tak ada lagi proses hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah, sehingga keadilan sejati di Indonesia dapat ditegakkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




