Pembahasan Rapat Khusus Prabowo di Halim hingga Tunda Penerbangan
Selasa, 11 November 2025 | 23:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto menunda keberangkatannya menuju Sydney, Australia, pada Selasa (11/11/2025).
Menurut Teddy, penundaan selama dua jam itu dilakukan karena Presiden ingin memimpin rapat khusus di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum berangkat dalam kunjungan kenegaraan.
“Presiden menunda keberangkatan karena memimpin rapat penting yang membahas efektivitas penyerapan anggaran dan transfer ke daerah. Beliau ingin memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan tepat sasaran,” ujar Teddy pada unggahan resmi di Instagram @sekretariat.kabinet, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Pada rapat tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya penggunaan anggaran secara efisien dan sesuai waktu yang ditetapkan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ia menugaskan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk segera mengoordinasikan dan memeriksa realisasi penyerapan anggaran serta penggunaan dana transfer ke daerah menjelang akhir tahun fiskal.
“Presiden menekankan agar kementerian dan daerah tidak menunda realisasi program karena ini menyangkut uang rakyat,” kata Teddy.
Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menlu Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Menurut Teddy, Prabowo menilai pengawasan yang kuat terhadap belanja negara sangat penting agar program strategis pemerintah berjalan sesuai target.
Rapat di Halim menjadi bagian dari evaluasi rutin Prabowo terhadap tata kelola anggaran dan akuntabilitas lembaga negara, terutama menjelang tutup tahun anggaran.
“Bapak Presiden ingin memastikan setiap lembaga bertanggung jawab terhadap dana yang dikelola, tidak boleh ada penundaan, apalagi penyimpangan,” tegas Teddy.
Setelah memimpin rapat, Prabowo langsung bertolak ke Sydney untuk menjalani kunjungan kenegaraan satu hari.
Dalam lawatannya, ia dijadwalkan melakukan pertemuan tête-à-tête dengan Perdana Menteri Anthony Albanese, menghadiri upacara kenegaraan yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn, serta menghadiri sejumlah pertemuan membahas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan kemitraan industri.
Kunjungan ini merupakan balasan atas kedatangan PM Albanese ke Jakarta pada Mei lalu, sehari setelah ia terpilih kembali sebagai perdana menteri Australia.
Dalam penerbangan menuju Sydney, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




