ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemulihan Bencana Sumatera: Dukungan Psikososial dan Akses Darat

Senin, 8 Desember 2025 | 14:37 WIB
CN
IC
IC
Kegiatan trauma healing untuk anak-anak di Kota Padang, yang menjadi korban bencana banjir Sumatera.
Kegiatan trauma healing untuk anak-anak di Kota Padang, yang menjadi korban bencana banjir Sumatera. (Beritasatu.com/Delfi Neski)

Jakarta, Beritasatu.com -  Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025 lalu menjadi guncangan berat bagi warga karena terjadi secara tiba-tiba dan diperparah dengan sulitnya penyaluran bantuan.

“Banjir ini datang sangat mendadak sehingga masyarakat tidak siap. Dampaknya luas, dan penderitaan makin berat karena banyak jembatan rusak sehingga bantuan hanya bisa dikirim melalui udara,” ujar kata pakar psikososial Universitas Gadjah Mada (UGM) Diana Setiyawati (8/12/2025).

Pada masa tanggap darurat, Diana menekankan pemenuhan kebutuhan dasar seperti logistik dan hunian sementara harus menjadi prioritas. Ia menilai pemulihan psikologis sulit dicapai jika kebutuhan mendasar penyintas belum terpenuhi.

ADVERTISEMENT

“Kalau berbicara tentang kesejahteraan fisik dan mental, yang utama adalah kebutuhan dasar harus aman terlebih dahulu. Masyarakat harus merasakan kenyamanan dan dukungan,” katanya.

Pemenuhan kebutuhan dasar tersebut menjadi landasan sebelum memasuki proses pemulihan jangka menengah dan panjang. Kebutuhan khusus perempuan dan anak. Dignity kit serta perlengkapan belajar dinilai dapat membantu mereka kembali pada rutinitas dan memperbaiki kondisi psikologis.

Pemerintah menyalurkan bantuan logistik untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi di tengah masa krisis. - (Antara/Antara)
Pemerintah menyalurkan bantuan logistik untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi di tengah masa krisis. - (Antara/Antara)

“Untuk saat ini, kami memprioritaskan dignity kit dan alat belajar bagi anak-anak agar mereka bisa segera kembali beraktivitas. Kami juga membekali relawan dengan pelatihan psychological first aid,” ujarnya.

Dignity kit tersebut berisi kebutuhan personal seperti pembalut, perlengkapan mandi, popok, dan barang penting lainnya.

Menurutnya, pemulihan pascabencana harus memerhatikan aspek ketahanan mental dan rasa aman warga, bukan sekadar perbaikan infrastruktur. Ia berharap upaya yang dilakukan dapat membantu penyintas kembali hidup dengan layak dan percaya diri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenperin Targetkan 8.034 IKM Terdampak Bencana Sumatera Pulih

Kemenperin Targetkan 8.034 IKM Terdampak Bencana Sumatera Pulih

EKONOMI
6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pemulihan Pascabencana Sumatera Ditargetkan Rampung pada 2028

Pemulihan Pascabencana Sumatera Ditargetkan Rampung pada 2028

NASIONAL
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Pemerintah Anggarkan Rp 100,16 T untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

Pemerintah Anggarkan Rp 100,16 T untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon