ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Korlantas Ungkap Alasan Larang Truk Sumbu 3 di Tol Saat Nataru

Sabtu, 27 Desember 2025 | 12:31 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan, larangan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) serta hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk arahan dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan, larangan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) serta hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk arahan dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Beritasatu.com/Stefani Wijaya)

Jakarta, Beritasatu.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan larangan operasional kendaraan sumbu tiga di jalan tol selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kebijakan ini diterapkan guna menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas pada masa libur panjang.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan, larangan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) serta hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk arahan dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

“Dalam analisa dan evaluasi bersama, sesuai arahan menteri perhubungan dan kesepakatan SKB, kendaraan sumbu tiga dilarang melintasi jalan tol. Untuk jalur arteri juga sudah diatur waktunya, yakni mulai pukul 17.00 WIB hingga pagi hari,” kata Agus di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

ADVERTISEMENT

Agus mengimbau para pengusaha angkutan barang dan pengemudi kendaraan sumbu 3 agar mematuhi kebijakan tersebut demi kepentingan bersama selama masa libur Nataru. Ia menegaskan, Korlantas Polri tidak segan melakukan penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

“Kami akan melakukan tindakan tegas, termasuk penilangan karena yang diprioritaskan adalah kegiatan kemanusiaan, keselamatan, serta kelancaran perjalanan masyarakat yang merayakan Natal, Tahun Baru, dan liburan,” ujarnya.

Agus mengungkapkan  hasil evaluasi Operasi Nataru menunjukkan tren positif pada aspek keselamatan lalu lintas. Salah satunya terlihat dari penurunan angka fatalitas kecelakaan. “Korban kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas meninggal dunia turun sebesar 23,23%,” ungkapnya.

Penurunan tersebut, menurut Agus, menjadi modal penting bagi jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan selama sisa pelaksanaan Operasi Nataru.

Selain itu, Korlantas Polri juga telah menyiapkan strategi pengamanan arus balik, mencakup jalan tol, jalur arteri, penyeberangan, hingga kawasan wisata. “Strategi pengamanan arus balik sudah kami siapkan agar perjalanan masyarakat tetap aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kereta PSO Andalan Nataru, Daop 1 Jakarta Angkut 119.000 Penumpang

Kereta PSO Andalan Nataru, Daop 1 Jakarta Angkut 119.000 Penumpang

JAKARTA
Libur Panjang Nataru Tak Dongkrak Wisata Baduy, Kunjungan Turun

Libur Panjang Nataru Tak Dongkrak Wisata Baduy, Kunjungan Turun

BANTEN
Sensasi Petik Melon dari Belanda hingga Taiwan Kini Ada di Sukabumi

Sensasi Petik Melon dari Belanda hingga Taiwan Kini Ada di Sukabumi

JAWA BARAT
Jasa Raharja: 495 Korban Meninggal Selama Libur Nataru

Jasa Raharja: 495 Korban Meninggal Selama Libur Nataru

NASIONAL
Ramainya Arus Penumpang Bawa Berkah untuk Porter Stasiun Cirebon

Ramainya Arus Penumpang Bawa Berkah untuk Porter Stasiun Cirebon

JAWA BARAT
Puncak Arus Balik, Penumpang Terminal Kalideres Naik 27 Persen

Puncak Arus Balik, Penumpang Terminal Kalideres Naik 27 Persen

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon