ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menhan Pimpin Rapat Satgas Kuala Nornalisasi Sungai Aceh Tamiang

Minggu, 4 Januari 2026 | 21:03 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kanan) saat menggelar rapat koordinasi Satgas Kuala di Aceh Tamiang, Aceh, Minggu, 4 Januari 2026.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kanan) saat menggelar rapat koordinasi Satgas Kuala di Aceh Tamiang, Aceh, Minggu, 4 Januari 2026. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memimpin langsung rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Kuala di Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (4/1/2026). Rapat ini digelar untuk memastikan program satgas berjalan optimal, mulai dari pengerukan sungai hingga pemulihan wilayah terdampak bencana secara menyeluruh.

Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, rapat koordinasi Satgas Kuala tersebut membahas kesiapan teknis dan operasional menjelang pelaksanaan di lapangan. Fokus utama rapat meliputi sinkronisasi rencana teknis, kesiapan alat berat, dukungan logistik, serta integrasi program Satgas Kuala dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam rapat yang berlangsung di Kantor Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway, di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, staf khusus presiden bidang infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Marsekal Madya (Marsdya) TNI JUsuf Jauhari, Pangdam Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi.

ADVERTISEMENT

“Rapat ini difokuskan pada sinkronisasi rencana teknis, kesiapan alat berat, dukungan logistik, serta integrasi program Satgas Kuala dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” demikian kutipan dalam siaran pers tersebut.

Dalam rapat itu, Sjafrie menegaskan pengerahan alat berat oleh Satgas Kuala direncanakan mulai dua minggu ke depan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi sungai dan muara, yang menjadi salah satu kunci utama dalam pemulihan wilayah terdampak banjir.

Menurut Sjafrie, normalisasi sungai tidak hanya berfungsi untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga mendukung ketersediaan pasokan air baku yang dapat diolah menjadi air bersih bagi masyarakat. “Dengan normalisasi sungai di lokasi bencana, pemulihan wilayah akan berjalan lebih cepat karena ketersediaan air untuk diolah menjadi air bersih semakin terjamin,” ujarnya.

Sjafrie menekankan tujuan Satgas Kuala bukan sekadar normalisasi sungai, melainkan juga mendukung pemulihan dan penguatan perekonomian masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara Aceh Tamiang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon