ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Eks Menlu: Indonesia Jadi Kekuatan Penyeimbang di Board of Peace

Rabu, 4 Februari 2026 | 22:52 WIB
AF
IC
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: CAH
Jajaran eks menteri luar negeri dan wakil menteri luar negeri seusai menggelar pertemuan dengan Presiden Prabowo membahas soal Board of Peace.
Jajaran eks menteri luar negeri dan wakil menteri luar negeri seusai menggelar pertemuan dengan Presiden Prabowo membahas soal Board of Peace. (Beritasatu.com/Alfida Rizky Febrianna)

Jakarta, Beritasatu.com - Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda menilai keanggotaan Indonesia bersama tujuh negara mayoritas penduduk beragama Islam lainnya akan menjadi kekuatan penyeimbang di Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza.

Hassan menjelaskan, keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace telah melalui pertimbangan panjang bersama negara Muslim lainnya, yakni Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UAE).

"Delapan negara ini dapat menjadi kekuatan penyeimbang di dalam Board of Peace, termasuk keputusan-keputusan yang akan diambil oleh badan ini," ungkap Hassan seusai pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah eks menlu dan wamenlu lainnya, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026). 

ADVERTISEMENT

Ia berujar, Prabowo menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace merupakan suatu upaya diplomasi yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat Palestina di Gaza.

"Input yang berharga dari Bapak presiden, salah satu sisi yang penting adalah ikut sertanya Indonesia pada Board of Peace untuk membantu penyelesaian masalah Palestina khususnya di Gaza," tuturnya.

Menurut Hassan, Indonesia memiliki kedaulatan untuk memutuskan keluar dari Board of Peace, apabila ke depannya lembaga bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tersebut tidak sejalan dengan sikap bangsa.

"Kita juga punya kedaulatan untuk memutuskan apakah kita akan terus lanjut atau tidak, tergantung pada bagaimana proses ini nanti perjalanannya sesuai dengan niatan kita yang sesungguhnya yaitu membantu rakyat Palestina," jelasnya.

Hassan menilai inisiatif Indonesia bergabung Board of Peace ini perlu dihargai sebagai ikhtiar membantu mengurangi penderitaan rakyat Palestina di Gaza.

"Dengan inisiatif Board of Peace ini, maka perang yang berkecamuk di Gaza yang mengakibatkan korban 71.000 orang meninggal dunia, masih ada lagi, itu sementara ini bisa dihentikan sehingga bantuan kemanusiaan sudah mulai mengalir, pos di Rafah perbatasan antara Mesir dan Gaza sudah dibuka, dan setidaknya itu membantu mengurangi penderitaan rakyat Palestina di Gaza," terangnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hamas Desak BoP Ambil Sikap Soal Rencana Israel Kuasai 70 Persen Gaza

Hamas Desak BoP Ambil Sikap Soal Rencana Israel Kuasai 70 Persen Gaza

INTERNASIONAL
Dana Rekonstruksi Gaza Bentukan Trump Ternyata Masih Kosong

Dana Rekonstruksi Gaza Bentukan Trump Ternyata Masih Kosong

INTERNASIONAL
9 WNI Ditangkap Israel, MUI: Buktikan BoP Ada Gunanya

9 WNI Ditangkap Israel, MUI: Buktikan BoP Ada Gunanya

INTERNASIONAL
Sjafrie Ungkap Syarat RI ke AS Sebelum Gabung Dewan Perdamaian

Sjafrie Ungkap Syarat RI ke AS Sebelum Gabung Dewan Perdamaian

INTERNASIONAL
Survei: Mayoritas Warga Tolak Indonesia Gabung BoP

Survei: Mayoritas Warga Tolak Indonesia Gabung BoP

NASIONAL
3 Prajurit TNI Gugur, TB Hasanuddin Desak RI Keluar dari BoP

3 Prajurit TNI Gugur, TB Hasanuddin Desak RI Keluar dari BoP

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon