ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Survei: Mayoritas Warga Tolak Indonesia Gabung BoP

Jumat, 3 April 2026 | 14:10 WIB
B
DM
Penulis: BeritaSatu | Editor: DM
Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan tingkat penolakan masyarakat cukup dominan dibandingkan dukungan terkait bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP).
Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan tingkat penolakan masyarakat cukup dominan dibandingkan dukungan terkait bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Hasil survei gabungan Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia tidak setuju pemerintah bergabung dengan Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan tingkat penolakan masyarakat cukup dominan dibandingkan dukungan. “Sementara ada 50,9% yang tidak setuju dan sangat tidak setuju, 17,2% antara setuju dan tidak setuju, serta 5,7% yang tidak bersikap,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Secara umum, responden yang menyatakan tidak setuju mencapai 41,5%, sedangkan yang setuju berada kisaran 26%. Tak hanya itu, mayoritas masyarakat juga menolak rencana pengiriman 8.000 tentara Indonesia ke Gaza sebagai bentuk dukungan terhadap Board of Peace.

ADVERTISEMENT

Sebanyak 44,9 persen responden menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju terhadap kebijakan tersebut. Sementara itu, yang setuju atau sangat setuju tercatat sebesar 33,8%. “Yang menyatakan antara setuju dan tidak setuju 16,2%, dan yang tidak bersikap 5,1%,” tambah Burhanuddin.

Survei ini dilakukan pada periode 12-31 Maret 2026 dengan melibatkan 1.066 responden berusia di atas 17 tahun. Margin of error dalam survei ini sekitar 5%.

Hasil survei ini menjadi gambaran awal sikap publik terhadap wacana kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya terkait keterlibatan dalam inisiatif internasional yang sensitif secara politik dan keamanan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

INTERNASIONAL
Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

INTERNASIONAL
Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

INTERNASIONAL
Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

INTERNASIONAL
Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon