Siswa SD di NTT Bunuh Diri, DPR Usul Ada Bansos Khusus Anak
Kamis, 5 Februari 2026 | 10:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi VIII DPR mengusulkan adanya dana bantuan sosial (bansos) khusus untuk anak-anak. Usulan tersebut disampaikan merespons kematian tragis YBR (10), siswi SD yang bunuh diri karena diduga kuat tak tahan hidup miskin di kebun neneknya di Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Jadi mungkin hal yang memang kita evaluasi nanti misalkan kebijakan untuk bansos itu bagaimana, apakah itu nanti apakah perlu ada perubahan di pemberian," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko kepada wartawan di kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Rabu (4/2/2026).
Singgih mengakui saat ini penyaluran bansos terkadang tidak tepat sasaran. Seharusnya, ada bansos yang bisa langsung dinikmati oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Karena kadang-kadang bansos itu kadang-kadang salah sasaran juga. Harusnya ke anak, untuk anak atau bagaimana," imbuhnya.
Singgih menyebut pihaknya masih menemukan dana bansos tak tepat sasaran, khusunya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hal tersebut menyebabkan keluarga yang seharusnya menerima bansos malah tak mendapatkannya.
Oleh sebab itu, dia meminta Kementerian Sosial untuk mengevaluasi skema penyaluran bansos. Rencananya, kata Singgih, Komisi VIII DPR bakal memanggil Kementerian Sosial untuk membahas hal tersebut.
"Kita jadwalkan minggu depan," kata dia.
Sebelumnya, tragedi memilukan menimpa seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bocah kelas IV SD berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di kebun milik neneknya, Kamis (29/1/2026).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




