ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Siswa SD di NTT, Mensesneg Serukan Kebangkitan Kepedulian Sosial

Kamis, 5 Februari 2026 | 14:09 WIB
D
MA
Penulis: Dayat | Editor: MA
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Beritasatu.com/Hidayat Azriel)

Jakarta, Beritasatu.com — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mendorong peningkatan kepekaan dan kepedulian sosial seluruh elemen bangsa setelah seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia.

Korban berinisial YBS diduga nekat mengakhiri hidup karena tekanan ekonomi keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah seperti buku dan pensil.

“Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Ini adalah alarm bagi kita semua sebagai makhluk sosial untuk menumbuhkan dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama,” ujar Prasetyo Hadi, saat ditemui wartawan di Gedung Bappenas, Kamis (5/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Prasetyo, tragedi tersebut bukan hanya persoalan individual, tetapi juga cerminan kesenjangan sosial yang masih luput dari perhatian masyarakat maupun aparat setempat.

“Peristiwa ini berakar dari ketidakmampuan ekonomi keluarga. Ke depan, rasa kepedulian sosial harus benar-benar dihidupkan agar tidak ada lagi anak-anak yang mengalami tekanan seperti ini,” ujarnya.

Prasetyo menekankan bahwa kepedulian sosial bisa diwujudkan dengan langkah konkret, seperti keterlibatan masyarakat, penguatan peran lingkungan, dan membantu keluarga kurang mampu agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan.

“Kepedulian sosial bisa dilakukan dengan langkah sederhana, seperti membantu keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak-anak,” kata Prasetyo.

Ia berharap dengan kepedulian kolektif, kesulitan warga dapat terdeteksi lebih dini dan mendapat bantuan, sehingga tragedi serupa tidak terulang. 

Terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap pihak desa yang dianggap membiarkan kondisi sulit korban, Prasetyo menegaskan pemerintah belum mengambil langkah sanksi apa pun.

“Untuk saat ini, belum ada langkah sanksi yang diambil. Pemerintah masih fokus pada evaluasi dan penanganan secara menyeluruh,” ucapnya.

Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dan memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak atas pendidikan dan kehidupan yang layak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

B-PLUS
Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

NUSANTARA
Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

NUSANTARA
KPPPA dan Polisi Dalami Penyebab Siswa SD Bunuh Diri di NTT

KPPPA dan Polisi Dalami Penyebab Siswa SD Bunuh Diri di NTT

NASIONAL
Polres Ngada Minta Keterangan Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT

Polres Ngada Minta Keterangan Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT

NUSANTARA
DPR Panggil Kemensos dan KemenPPPA Buntut Bocah NTT Akhiri Hidup

DPR Panggil Kemensos dan KemenPPPA Buntut Bocah NTT Akhiri Hidup

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon