Polres Ngada Minta Keterangan Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:02 WIB
Bajawa, Beritasatu.com - Kepolisian Resor (Polres) Ngada memintai keterangan keluarga seorang siswa sekolah dasar (SD) yang meninggal dunia secara tidak wajar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Personel Polres Ngada menjemput ibu dan nenek korban di kediamannya di Kampung Dona, Desa Naru Wolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 07.30 Wita, untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino menjelaskan, pihak kepolisian meminta klarifikasi dari kepala Desa Naru Wolo, ibu, serta nenek korban terkait pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada media.
“Perlu kami luruskan, bukan diperiksa, melainkan dimintai keterangan dan klarifikasi atas pernyataan yang disampaikan. Kami mendengarkan keterangan dari nenek korban dan beberapa anggota keluarga,” ujar Andrey.
Berdasarkan hasil pengambilan keterangan, keluarga korban menyatakan keberatan apabila dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah. Keluarga juga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa.
Meski demikian, Andrey menegaskan, pihak kepolisian tetap akan mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
“Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Namun, Polres Ngada tetap melakukan pengawalan dan pendalaman kasus sampai selesai,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang siswa SD berinisial YB (10), siswa kelas IV, ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di wilayah Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) pagi di kebun cengkih milik nenek korban, Welumina Nenu, di Desa Wawowae.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial KD (59) yang sedang menuju pondok kebun untuk mengikat ternak. Saat melintas, saksi melihat tubuh korban dalam kondisi tergantung di sebuah pohon. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Kasus siswa SD bunuh diri di NTT ini menyita perhatian publik setelah beredar informasi mengenai pesan terakhir yang ditulis korban kepada ibunya serta dugaan tekanan ekonomi yang dialami keluarga. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan seluruh fakta dan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




