Perbandingan Kemiskinan Kabupaten Ngada dengan Daerah Lain di NTT
Jumat, 6 Februari 2026 | 13:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Peristiwa tragis yang menimpa seorang anak sekolah dasar di Kabupaten Ngada tidak berdiri sendiri. Di balik kasus tersebut, data kemiskinan menunjukkan masih adanya kelompok masyarakat yang hidup dalam keterbatasan dan rentan terhadap tekanan ekonomi.
Seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun berinisial YBR ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun cengkih di Desa Wawowae, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dugaan mengarah pada tekanan ekonomi keluarga yang membuat korban kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sekolah.
Peristiwa tersebut bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya kemiskinan di wilayah tersebut.
Kejadian yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026), di wilayah Kecamatan Jerebuu ini menjadi pengingat bahwa data statistik tentang kemiskinan memiliki dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penting untuk melihat posisi Kabupaten Ngada dalam peta kemiskinan di NTT secara lebih utuh dan berimbang. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ulasannya.
Gambaran Umum Kemiskinan di Nusa Tenggara Timur
Berdasarkan data persentase penduduk miskin per September 2025, tingkat kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sebesar 17,50%. Capaian ini menempatkan NTT pada peringkat ketujuh provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi secara nasional.
Capaian ini menempatkan NTT pada peringkat ketujuh provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi secara nasional. Persentase tersebut menggambarkan bahwa hampir dua dari sepuluh penduduk NTT masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Jika ditinjau lebih rinci, tingkat kemiskinan di NTT menunjukkan variasi yang cukup lebar antar kabupaten dan kota.
Kabupaten Sumba Tengah berada pada posisi teratas dengan persentase penduduk miskin mencapai 29,23%.
Disusul oleh Sabu Raijua sebesar 27,18%, serta Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yang masing-masing berada di atas 25 persen.
Pada sisi lain, hanya satu daerah di NTT yang mencatat tingkat kemiskinan lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, yaitu Kota Kupang dengan persentase 7,57%.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan pembangunan yang cukup nyata antara wilayah perkotaan dan kabupaten lain yang mayoritas bersifat perdesaan.
Dalam konteks perbandingan tersebut, Kabupaten Ngada mencatat persentase penduduk miskin sebesar 11,22% per Maret 2025. Angka ini menempatkan Ngada di peringkat ke-20 dari total 22 kabupaten dan kota di NTT.
Untuk melihat posisi Ngada secara lebih utuh, berikut daftar lengkap persentase penduduk miskin di seluruh kabupaten dan kota di NTT berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025:
- Sumba Tengah: 29,23%
- Sabu Raijua: 27,18%
- Sumba Barat: 26,47%
- Sumba Barat Daya: 25,66%
- Sumba Timur: 25,64%
- Timor Tengah Selatan: 24,50%
- Rote Ndao: 24,37%
- Manggarai Timur: 23,51%
- Lembata: 23,27%
- Ende: 21,31%
- Kupang: 20,32%
- Timor Tengah Utara: 20,17%
- Alor: 18,29%
- Manggarai: 18,10%
- Manggarai Barat: 16,09%
- Malaka: 13,52%
- Belu: 12,79%
- Nagekeo: 12,18%
- Sikka: 11,25%
- Ngada: 11,22%
- Flores Timur: 10,88%
- Kota Kupang: 7,57%
Secara statistik, posisi ini menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Ngada relatif lebih rendah dibandingkan sebagian besar daerah lain di NTT, meskipun masih berada di atas angka nasional yang tercatat sebesar 8,47%.
Kabupaten Ngada berada sedikit di bawah Kabupaten Sikka dan hanya terpaut tipis dari Flores Timur, sementara Kota Kupang menjadi satu-satunya daerah di NTT dengan tingkat kemiskinan di bawah rata-rata nasional.
Secara statistik, posisi ini menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Ngada relatif lebih rendah dibandingkan sebagian besar daerah lain di NTT.
Kabupaten Ngada berada sedikit di bawah Kabupaten Sikka yang mencatat 11,25%, serta di atas Flores Timur dengan 10,88%. Meski demikian, angka 11,22% tetap mencerminkan bahwa lebih dari satu dari sepuluh penduduk Ngada masih hidup dalam kondisi kemiskinan.
Profil Geografis dan Aksesibilitas Kabupaten Ngada
Kabupaten Ngada terletak sekitar 628 kilometer dari Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT.
Wilayah ini dapat diakses melalui penerbangan langsung dari Bandara Kupang dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Secara administratif, Ngada terbagi ke dalam 12 kecamatan dengan karakteristik sosial dan adat yang beragam.
Keberagaman tersebut menjadi ciri khas Ngada, di mana setiap kecamatan memiliki tradisi dan adat istiadat yang berbeda satu sama lain. Kondisi ini sekaligus menjadi kekayaan budaya yang jarang dimiliki daerah lain.
Ngada dikenal luas di kalangan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Pada 19 Oktober 1995, wilayah ini masuk dalam daftar sementara warisan dunia UNESCO untuk kategori kebudayaan. Dua desa adat yang paling sering dikunjungi adalah Bena dan Wogo.
Kampung Bena yang berada di kaki Gunung Inerie menawarkan pemandangan alam sekaligus kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh tradisi leluhur.
Rumah adat khas serta lanskap gunung menjadi daya tarik utama kawasan ini. Selain itu, Taman Laut Tujuh Belas Pulau di Kecamatan Riung juga menjadi unggulan wisata alam dan bahari Kabupaten Ngada.
Dari sisi sumber daya alam, Kabupaten Ngada memiliki wilayah perairan yang mencakup Laut Flores di bagian utara dan Laut Sawu di selatan. Garis pantainya membentang sepanjang 219 kilometer, dengan potensi kelautan seperti ikan, lobster, rumput laut, dan mutiara.
Selain sektor kelautan, Ngada juga menyimpan potensi pertambangan berupa besi, emas, perak, belerang, tembaga, marmer, hingga pasir dan batu.
Di bidang perkebunan, komoditas unggulan meliputi kopi, kakao, kemiri, kelapa, cengkeh, vanili, dan merica. Potensi ini menunjukkan bahwa Ngada memiliki modal ekonomi yang besar apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Perbandingan tingkat kemiskinan menunjukkan bahwa Kabupaten Ngada berada pada kelompok daerah dengan persentase penduduk miskin yang relatif lebih rendah di NTT, meski masih berada di atas angka nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




